Gratitude

When you look at your life, the greatest happinesses are family happinesses.  ~Joyce Brothers

Sesibuk apapun, sepusing apapun ketika harus menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban ataupun things I considered as ‘moral obligation’, semua punah sudah ketika berada di rumah. Semua kepusingan dan ‘otak’ yang sibuk rasanya hilang, menguap dengan cara sederhana.

Hanya dengan pulang ke rumah. Disambut pelukan terhangat si gadis cilik. Ciuman-ciuman kecil di bibir, pipi dan dahi, lalu mulut mungilnya mengucap “aku kangen Ibu”.

Lantas kami bertiga masuk ke rumah, diiringi senyuman lebar dan mata berbinar si gadis cilik yang bahagia betul orangtuanya tiba di rumah saat ia belum tidur. Lalu celotehan di ruang makan, hanya kami bertiga. Mungkin sesekali ada Ibu mampir meramaikan suasana malam di meja makan. Berlanjut dengan ritual mendongeng, diiringi pertanyaan bertubi dari si gadis cilik yang cerewet bukan kepalang. Lalu ia minta tidur ‘disayang-sayang Ibu’. Tak lama ia tertidur , memeluk guling, menyambut alam mimpi dengan senyum. Lantas malam berlanjut dengan obrolan di depan tv. Saya dan dia.

Semua sudah cukup. Kebahagiaan sederhana yang melebihi apapun di dunia. Semua ada di rumah. Bukan dimana-mana. Deo Gratias.

To us, family means putting your arms around each other and being there.  ~Barbara Bush

Stop searching. Happiness is right next to you. – Anonymous

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s