Travel That Gives Story To Tell (and memory to remember)

The Brady Bunch, Beach. Waves. Sea breeze. Endless plates of seafood. Traditional market. Local delicacies. Light conversation by the beach. Yoga. Jane Monheit along the way. Sunset. Sunrise.  Children. Jokes. Smile. Laughter. Breath in. Breath out. Be present. Be happy. Be in love. Enough.

Have a great vacation, everyone! Holiday mood stays eventho’ vacation is over….

When in doubt, go on vacation (unknown)

Selangkah Demi Selangkah…

Ini dia penampakan flyer Nyai .

Image

Saat ini kita juga sudah selesai memproduksi sticker pengiriman barang, dan dalam tahap finalisasi paper bag untuk mengirim barang . Senang melihat proses branding ini perlahan-lahan berjalan. Memang sengaja bertahap, karena kan’ produksi barang cetakan semacam ini gak bisa puluhan atau satuan. Harus sekaligus banyak. Berhubung dana terbatas, mau gak mau semua dilakukan bertahap,  setelah sebelumnya saya sudah memproduksi pricetag. Oh ya, merek kami yang dijahit di bagian dalam tas juga sudah berubah dengan logo baru. Insya allah tas produk kami akan segera bersalin rupa menggunakan plat merek baru.

It’s baby step.But i believe wholeheartedly, tiny step will lead into giant step….

Carpe diem. Carpe Noctem

Rumah Baru Nyai

Yuhuuu,

Mampir yuk ke rumah baru kita untuk buka lapak disini 

Iya, tadinya memang untuk jurnal Nyai. Namun untuk bermigrasi pelan-pelan ke rumah virtual kami yang sedang dikembangkan, rasanya mubazir kalau jurnal gak dimanfaatkan juga untuk buka lapak. Hitung-hitung pemanasan. Toko lama disono masih boleh loh dibuka-buka, untuk tahu koleksi lama yang masih available, atau nostalgia sama tas-tas lama (apaseeeh :D)

Pemulung Barang Bekas

Sejak dulu, saya selalu suka barang antik, dan berbau vintage. Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika kita pakai barang yang sesungguhnya bekas bukan baru, hasil hunting atau memulung, kemudian kita daur-ulang, dipercantik, dikombinasikan dengan aksesoris, lantas menuai komentar positif. Senang dong, karena barang yang kita pakai kan gak pasaran. Menemukan kursi antik yang ada di gudang orang, kita perbaiki dan perbagus lagi, kasih bantalan tenun cantik, dan kursi itu pun bersalin rupa. Teman-teman dekat dan saudara sudah mafhum betul dengan kesukaan yang satu ini, termasuk sebagai pengumpul kain tradisional sejak lama. Baru ataupun bekas. Beli atau dikasih.

Walhasil, batik bekas almarhum nenek, kebaya ibu atau almarhum nenek, tas-tas vintage bekas ibu, furniture, pecah belah, semua dipulung dengan senang hati. Atau dirampok. Sesekali membeli 😛

Seperti foto dibawah. Kebaya pernah menjadi milik almarhum nenek. Lantas kain batik juga milik almarhum nenek, hanya kemudian dipakai setengah lutut. Sedangkan tas, itu bekas ibu tercinta. Hanya sepatu saja yang bukan bekas. Hehehehe

Saya dan sepupu tercinta, juga punya hobi sama. Sejak kuliah kita suka lupa waktu ngubek di Ci-Mall, alias Cibadak Mall. Hihi :P.  Padahal tempat tersebut adalah jalan yang kiri-kanannya penjual baju bekas impor. Senang betul menemukan jaket-jaket keren, atau kemeja ala seventies. Modal beberapa ribu perak dan laundry serta rendam air panas, jaket-jaket tersebut kerap menuai pujian karena suer, cutting-nya bagus, pas badan, dan yang pasti gak akan ada yang punya kembaran (mungkin). Makanya senang betul melihat blog yang satu ini . Bisa jerit-jerit dalam hati dan napsu berat ingin beli semua.

Pokonya yang berbau vintage, dari mulai bekas beneran, atau reproduksi, baik baju , barang antik, semua bisa bikin ngiler.

Untung sekarang pasokan baju vintage bertambah. Dari mertua. Ya, mertua-ku yang baik hati ini, ternyata modis betul. Baju-baju vintage dan jaket-jaket miliknya dahulu, keren-keren. Beberapa baju lungsuran yang saya daur ulang dan pakai, keren betul jatohnya. Yang terharu, beliau juga tau selera saya. Suatu kali saya datang ke rumahnya, tau-tau dia mengangsurkan beberapa potong jaket yang selera gue bangeeet. Rupanya sudah hapal bahwa menantunya pemulung barang bekas. 😀

Nih salah satunya. Eh salah dua-nya ding. Baju hasil belas kasihan mama mertua. Ada jaket dan rok. Jaket merah favoritku, yang akhirnya dipake properti pemotretan Nyai pekan lalu, dan waktu liburan ke Ostraliyah Agustus lalu juga gak ketinggalan dibawa. Lalu ada juga rok terusan yang juga dipake buat properti foto. Dress biru dibawah ini,  akhirnya bagian tangan saya reka ulang supaya lebih keren. Kalau dipake, jangan lupa pakai belt besar dan high heels tentunya. Atau Mary Jane shoes. Hehehhehe

Ini juga jaket (bekas). Taraaaaa….

Entah kenapa, buat saya barang vintage itu seperti menyimpan kisah tersendiri, entah saat mendapatkannya, kisah pemilik lama-nya, atau kisah bagaimana menjadikan barang tersebut kembali layak digunakan dan indah  dipandang mata. Ada keindahan dan keunikan. Ke-otentikan yang rasanya membuat barang semacam ini lain. Belum lagi materialnya, umumnya lebih bagus dari buatan jaman sekarang. Contohnya, saya punya beberapa kebaya kerancang, bordirannya itu kalau diperhatikan jauh lebih halus dan detil. Kalau furniture, tentu saja kayu yang digunakan adalah jati, sehingga tahan lama dan kuat. (Foto dibawah adalah kursi lungsuran dari orangtua, yang usianya sudah sekitar 60 tahunan. Kaca kuno diambil dari kamar mandi almarhum kakek, tadinya sudah jeleeek betul, kusam dan kotor).

Bukan anti mainstream sih (halaaah). Saya masih suka juga kok sesuatu yang baru (ya iyaalaaah). Hanya aja, vintage-antique-rustic ini jadi semacam identitas dan sentuhan pribadi. Baik dalam berpakaian, atau di rumah.  It’s my soul within…

Love all things vintage. Somehow, it’s like looking through a photo album of your parents, it’s like a window of memories. (Okay, the romantic-melancholic sides of me speaking). Vintage is about connection as well as quality and materials. Perhaps we’re wondering of a time which we did not live.  I wonder who made it, or used it. My mind travels to the time tunnel. My imagination goes wilder. I think it’s also about rebellion sides. Mine, surely. To choose and use something differently. Vintage is about creativity, opening the imagination about how you want your rustic pieces turned into. So it shall look different, and beautiful at the same time.

*grin*