Selamat Datang 2013

book ideaHari ini rasanya ingin menangis. Bukan karena sedih. Tapi karena bahagia. Sejak minggu lalu, ada kabar baik yang datang dan datang. Rasanya semua kerja keras dan upaya menjaga komitmen dan sikap positif  (yang susah juga sebenernya *peluh* :D) sepanjang tahun ini, pelan-pelan terbayarkan. Seperti membuka kado akhir tahun yang mengejutkan. Rasanya masih tidak percaya…Hingga detik ini.

Meski tentu saja semua kabar baik ini baru awal. Awal dari kerja keras yang lebih lagi. Awal untuk terus berinovasi, mengatur strategi. Awal untuk sesuatu yang lebih baik lagi. Dan yang paling penting…, pastinya untuk terus konsisten mengasah optimisme dan keyakinan. Pekerjaan rumah besar menanti di depan mata. Tapi saya yakin, semua sumber kekuatan kasat mata yang selama ini ada di belakang saya, akan selalu cukup untuk menjaga kumparan energi ini agar tidak padam.

Air mata ini rasanya ada di pelupuk mata. Begitu banyak yang ingin saya ceritakan saat ini juga, namun saat itu pula saya merasa kehabisan kata-kata.  Semua halangan dan tantangan yang pernah dihadapi, kini terbayar sudah dengan amat tidak terduga. melebihi ekspektasi. Tapi membuat saya semakin yakin, perseverance has never been wrong. Alhamdulilah.

Yes, I dont want to ruin all the fun. Let me keep it for my self for a moment. Let me taste the memories, bitter or sweet, and reminiscing what had happened along 2012.  I will share the good stories soon… But now, let me feel the melody of life. Let me dance under the rainbow. Those are my color of life….

Carpe diem. Carpe noctem.

The (not-so-perfect) Headstand

Foto ini diupload untuk mengingatkan saja, bahwa keberhasilan mengangkat badan untuk melakukan headstand pose ini, sebetulnya masih belum benar. Selain masih menggunakan dinding (ini untuk newbie), postur juga masih belum sempurna. But no worries, someday I’ll get there. Setidaknya ini sudah langkah maju buat orang sekaku badan saya dan tidak pernah menjadi orang dengan tubuh fleksibel. Karena dulu, menaikkan badan pun rasanya beraaat betul…. So yes, these picture is a reminder yet motivation. That someday, I’ll master the perfect posture. And yeah, to celebrate my ‘one-year’ getting intimate with my mat. Wish the second year I’ll master another asanas.

headstand

Law of Attraction

Ada keajaiban (so that’s what I thought). Beberapa kali, apa yang saya ingin atau impikan, berapa kali pula itu terjadi. Mungkin ini yang disebut law of attraction. Kan katanya, alam semesta akan tarik menarik mewujudkan keinginan kita. When you wish upon something, the universe will conspire to help you.

Misalnya, dari dulu pengen kerja di TV, sampai sava visualisasikan akan seperti apa. Eh tahu-tahu alhamdulilah terlaksana. Lalu ingin betul kerja jadi Corporate Communication, lalu (berkhayal) membayangkan area kerja saya akan seperti apa, gedungnya akan ada di daerah Mega Kuningan (jangan tanya kenapa area ini yang dibayangkan ya :D). Eh, kejadian. Atau gara-gara jadi wartawan dan kebanyakan wawancara orang, sering saya membatin, suatu saat saya yang akan diwawancara. Ngayal babu deh pokoknya Hihihi. Eh, kejadian lewat Nyai.  Jadi ya begitulah, kejadian serupa kerap terjadi. Bahkan sampai ngayal babu punya suami dengan karakter A,B,C. Eh kejadian. Meski dulu sih ngayal babu, mukanya mirip Collin Farrel..  *plaaak*

Jadi ketika betul-betul menjalani apa yang dimimpikan, jadi seperti seperti de javu, mengulang apa yang pernah saya visualisasikan. Seperti melewati lorong yang pernah kita lewati sebelumnya, lantas kita mengurai memori ingatan. Sesuatu yang sesungguhnya baru, namun terasa tidak asing karena penah ada di alam bawah sadar kita.

bali3

Nah, minggu ini kejadian juga. Jadi sejak 2 bulan terakhir, load pekerjaan saya sedang lumayan lucu-lucunya, banyak keluar kota. Belum lagi urusan Nyai. Yang dulu produksi cuma sekian banyak, sekarang jadi melonjak sekian banyak dibanding dulu. Otomatis pengiriman juga lumayan naik tajam, membuat sempat terjadi barang X tertukar kirim kepada Y.

Asyik dong? Err, bisa jadi. Hanya saja ada PR tambahan dengan stok ‘gudang’ yang naik lumejen dong. Memastikan stok barang masuk  dan keluar tercatat, setiap pengiriman barang juga (harus) tercatat. Sumpah sekarang udah gak inget, kirim ke si nganu itu hari apa, misalnya. Atau stok produk nganu warna nginu, sekarang ada berapa. Ya alhamdulilah, cuma ya lumayan semaput otak….

Nah, akibatnya saya sering merayu si mantan pacar, ayuk ke Bali yuk. Pengen liburan, refreshing. Jawaban si mantan pacar: masa liburan 2 minggu lalu masih kurang *tamparInka*. Pekerjaan baru dan tanggungjawab baru si mantan pacar membuat ia tidak mungkin mengambil cuti dalam waktu dekat. Walhasil, kembali deh saya sama kebiasaan lama, ngayal babu. Ngebayangin asyiknya dalam waktu dekat ke Bali. Heuheuheu.

Eh tahu-tahu, Jumat pekan lalu ‘cling’. Ada email dari salah satu Departemen mitra kerja salah satu project. Rupanya ada undangan menghadiri simposium internasional di…. BALI! 4 hari. Tiket pulang-pergi ditanggung panitia. Makan dan akomodasi juga. Gratis semua. Pas lihat itinerary, waah, pembicaranya memang skala internasional. Ada dari Jepang, Malaysia, Pakistan, Australia.

bali2

Makaa, saya pun berangkat tentu saja, modal bawa baju. Meski jadwal disana padat, tetap senang. Dapat ilmu baru, kenalan baru yang seru. Kita menginap di Grand Inna, dapat kamar yang luas dan oke banget. Lalu ada cultural night di malam terakhir sebelum simposium berakhir di Jimbaran. Setiap pagi, mari yoga dengan pemandangan pantai. Pagi sampai sore, simposium. Malam sempat juga jalan-jalan menikmati makan malam di kawasan Seminyak setelah ada diskusi panel. Hari terakhir, hari bebas, sehingga saya dan satu peserta yang paling akrab, jalan sampai gempor. 😛 . Yang lebih aneh lagi, disini saya dapat kacamata yang saya mau sudah lama. Dulu pas nemu, uangnya belum terkumpul. pas uang sudah ada, balik optik tersebut, eh barang sudah gak ada. Ndiladah disini saya menemukan plek, persis sama.

Jadi, meski ke Bali kali ini bukan buat liburan, at least this is good distraction to be away for a while from all the tasks and the traffic (mengingat 3 minggu terakhir macet Jakarta lagi uedan tenan rek’). Meski sepulang dari Bali, rayuan pulau kelapa masih gencar dilancarkan kepada si mantan pacar untuk ke Bali atau Lombok bertiga sama si anak kecil. *ngakakKUnti*

And yes, we can make good things happen more quickly by thinking about them more. Let’s use dreams into our guide. Carpe diem. Carpe noctem.

bali1

The more you focus on something, the more powerful it becomes