Vintage-Antique and All That Memories

DSC_4467DSC_4550My love for traditional fabric grows through times. Sejak kuliah, sudah terpesona dengan kebaya serta kain tradisional, juga perhiasan antik. Blame my late grandmother. Sejak kuliah pula, dengan (sok) pede saya ke kawinan itu kerap menggunakan kebaya milik almarhum nenek, bekas ibu, lengkap dengan kain-kain lungsuran almarhum nenek. Untuk itulah, saya berhutang terimakasih pada beliau. Tanpa sadar, kecintaan pada kain sudah terbentuk sejak remaja berkat warisan beliau yang sudah meninggal sejak saya balita. Tapi memori mengenai almarhum Nenek tetap terpatri. Lewat cerita Ibu, lewat kebaya-kebaya dan kain-kain indah serta perhiasan perak yang ia wariskan. Bagaimana nenek itu seorang penggila kebaya dan kain apik. Yang selalu tampil matching antara kain serta kebaya dan aksesoris yang ia kenakan. Saat membuka helaian kain, ada keindahan kenangan yang menyeruak. Tanpa itu semua, Nyai tidak akan ada.

Jadilah, hari pertama Indonesia Fashion Week, saya mengenakan kain warisan almarhum Nini (nenek dalam bahasa Sunda). Kain batik tulis sogan yang usianya diperkirakan sudah nyaris 50 tahun lebih, saya lilit sedemikian rupa sehingga wiru  pas jatuh di bagian depan. Kebaya merah model encim itu hasil kreasi sendiri, dibuat waktu saya masih kuliah oleh penjahit dengan desain yang saya modifikasi sedemikian rupa. Ingat betul kain untuk kebaya merah itu adalah hasil hunting di pertokoan Kings-Bandung, hingga akhirnya saya menemukan kain merah dengan tekstur yang pas.  Supaya matching, saya kenakan Padma Bag from Nyai warna merah juga. Hohohoho 😀 (see pictures above)

DSC_4565Hari kedua, masih temanya kain. Atasannya kebaya model kutu baru kreasi sendiri (tapi bukan dijahit sendiri pastinya. Wong kalau jahit kancing aja mencong’ kok :P). Kainnya? Kain sarung encim Pekalongan, buketan style. Sengaja warnanya dipilih yang bukan monokromatik. Kainnya itu juga lungsuran, kali ini batik tulis milik Ibu saya yang dikasih oleh almarhum nenek. Dan kemudian saya ‘rampok’ sejak awal tahun 2000-an. (gak modal banget sih ya…)

DSC_4592521444_10151327167073867_193932803_nDay 3 on Indonesia Fashion Week.

It’s about  another vintage stuff. Kebaya model kutubaru, milik almarhum nenek yang kemudian saya kecilkan. Tapi sengaja saya mengenakan jeans supaya beda. And I wore lovely necklace from IJWC (Indonesia Wire Jewelry Community). I’m telling you, they have wide selection of pretty accessories , semuanya dibuat dari batu alam druzy dengan warna-warna cantik. Handmade, dikombinasikan kawat-kawat cantik aneka warna. Bukan pakai kawat pagar loh. Kawat yang mereka gunakan cantik-cantik. Ada brass wire, copper wire, beading wire and the likes.  Semua perhiasan mereka eksklusif, dalam arti desain akan berbeda mengikuti bentuk batu secara alami, Sejak melihat produk mereka di Inacraft, saya sudah jadi fans garis keras. :P. Makanya pas di Indonesia Fashion Week, 3 kalung batu mereka pun jadi berpindah kepemilikan. Hohohoho

DSC_4656Hari terakhir. Masih bertema baju lungsuran (bekas kok bangga, 😀 *jambakrambut*). Kebaya hijau sifon punya almarhum nenek. Celana jeans selutut. Kalung fuschia dari Indonesia Jewelry Wire Community, hasil hunting selama Indonesia Fashion Week. (foto diri sudah gak senonoh karena nyeker :P)

So yes, for 4 days at Indonesia Fashion Week, my theme were vintage. Bukan tanpa alasan, tentu saja, Inilah bentuk penghormatan pada almarhum Nini, karena tanpa beliau dan barang peninggalannya, kecintaan pada kain tradisional ini tidak akan ada. Therefore, I wouldn’t start Nyai. So yes, Nyai has sentimental-melancholic meanings for me. It’s beyond mere business.

R. Emylienda Soendjojo, hopes you are proud of me.  And by the way, granny…. how are you today?

Advertisements

6 thoughts on “Vintage-Antique and All That Memories

  1. mbak aku suka banget yang baju encim merah sama kain sogan ……:D cuman nglilitnya kain itu lhoo aku nyobain koq gak pass yaa….andai ada tutorialnya mau dunkk di share 🙂 andai ada komunitas kaya gini okeh jugaaa lhooo xixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s