Tentang Energi Positif

A friend once said, circle your self with positive vibe. Because it’s like echo. Somehow, it would get back to you. And it’s true!

sunshine

Kalau saya siih, paling males baca status di twitter atau di FB yang selaluuu komplain. Cursing orang. Atau mengeluh. Atau nyinyir sama orang. Bahkan sering ngeluarin kata kasar atau mengutuk orang. Kayanya kok hidup mereka ini susah bener (atau dibikin susah?). Once in a while sih oke. Hey, we’re human. Tapi kalau gak cuma sekali dua kali, don’t you think it reflect his or her personality? Energinya negatif banget. Bacanya aja capek, gimana mereka yang ngejalaninnya ya?

Capek gak sih lo ngeluh mulu atau marah-marah sama orang terus. Atau nih, yang dikit-dikit ngerasa status seseorang ditujukan buat dia. Please deh. You better don’t have a social media account kalau bawaannya paranoid kaya gitu terus. Not everything revolve around your self loh. Get a (proper) life!

So yes, I am now carefully choose of how I’d be surrounded by. That’s’ why suka males ikut arisan, karena ujung-ujungnya ngomongin orang. Ah males ah… Yeah well, ini hipotesa pribadi siih. Heuheuheu.

Nah kebalikannya. Ketemu sama orang yang penuh semangat, mengerjakan sesuatu dengan keyakinan yang mereka punya, because they love, have belief and passion towards their life. Itu beda. Tanpa sadar, kita jadi kebawa energi yang mereka punya. Instead of digging your energy into the lowest level, that kind of person brings excitement. 

Seperti minggu lalu. Saya ketemu seorang teman lama, tetangga masa kecil tepatnya. Yang baru kembali dari negeri Paman Sam untukmenimba ilmu berkat beasiswa yang ia terima. Sejak dulu si Teteh ini memang pintar. Bahkan dia juga sudah menelurkan satu buku soal grafologi, alias ilmu membaca sidik jari. With her bubbly personality, how could I’m not loving her? So yes, we talked..talked..talked almost about everything.

Entah gimana akhirnya kita klik. Vibrasi itu gak bohong when you’re in sync with a person. Gak cuma minat semata, tapi.. yang paling penting adalah pola pikir. Dari mulai barang vintage, batik, hingga bermuara pada satu frekuensi sama untuk mematangkan satu heart project yang sudah saya mulai, namun terus terang perlu tangan tambahan untuk membuat ide-ide di kepala bisa terealisasikan. 3 jam berlalu, dan itu kurang. Hingga kami memutuskan untuk bertemu lagi  di Jakarta dan membicarakan lebih matang. Pembicaraan berlanjut via Whatsapp.

Usai pertemuan itu, energi saya ikut meluap-luap. Terbawa semangat yang memancar dari dirinya. So yes, I think it’s true. We have to carefully choose what kind of energy we want to have by selecting the energy around us.

Orang dengan energi positif sekaligus pencapaian positif, selalu membuat saya terpesona. Mereka yang yakin dengan diri mereka, yakin akan jalan di depan mata, yakin akan value yang mereka pegang, Oh they just mesmerized me, I’m telling you. Sirik? Rugi amat. Justru sama orang kaya gini, saya merasa saya harus banyak belajar. That kind of people awe me in unexplainable way. Those people who know what they want, those who are sure with their path and going extra miles to achieve their dream. Makanya kenapa ada rubrik #womenwelove disini. Buat saya, mengakui pencapaian orang lain dengan menuliskan profil dan prestasi mereka, justru jadi energi tambahan buat saya. Mereka bukan membuat saya sirik, lah  wong mereka jauh lebih hebat daripada saya. Lebih baik saya menundukkan kepala, mengakui dan memberikan pujian atas diri mereka yang luar biasa. Let’s surround my self with unseen positive energy they have brought. Enough said.

Kayanya udah gak jaman ya seumur kita masih bingung mau ngapain. Heloooow, the clock is ticking. Jangan sampe lo end up copycat mimpi orang lain misalnya karena: “kayanya asyik ya ngerjain anu” atau “aku mau ah bikin begini karena dia enak deh begini”.

Artinya, lo sendiri bingung lo mau ngapain kan?. Clueless. Atau juga, jangan sampe menyesal menghabiskan sisa hidup lo dan bertanya, what have I done? Look around your self, perhaps you might find role model, good examples around your self. Then be honest of what you really want, surely without copycat others. Most of all, be good and bring positive energy to your self. Without hate and prejudice. Apalagi sirik dan prasangka sama orang. Gak capek apa ya, berantem sama si nganu, sama si nginu. Prasangka sama si itu, atau sama si ini.

Every moment you have a choice – to be at peace or to be in resistance. When you are at peace you attract positive energy and when you resist you create negative vibes that reflect back on your being. It’s a simple choice and yet most people unconsciously choose to live in negativity. It’s not your boss, colleagues, parents, ex or the traffic, but your own perception that creates stress and negative energy. Circumstances are neutral. But perhaps it is your self who is mental *grin*

Teman Si Mentah

mappadoSalah satu cara tergampang untuk mengkonsumsi raw food buat saya yang pemula, adalah dengan membuat salad. Ada beberapa teman menanyakan, apa dressing-nya beli yang sudah jadi aja di swalayan dalam kemasan botolan. Kan banyak…. Err, awal-awal sih iya, saat persepsi masih ‘yang penting mentah’. Tapi lama-lama tau bahwa itu malah menghilangkan segala kebaikan si mentah, saya pun stop melakukan itu . Sila google aja deh why the do and the don’t, wong saya bukan ahli. Mau maen jelasin, ntar saya dibilang sok pinter lagi. Atau pencitraan *buahahahah*

(etapi saya tuh bukan expert loh yaaa, dan masih suka bandel juga gak melulu jadi kambing 😀 )

Worry not, we can have easy -peasy salad dressing. Salah satu penyelemat saya adalah: campuran perasan lemon, extra virgin olive oil, Bragg apple cider vinegar, garam dan sejumput gula.  Kadang saya kasih kecap ikan to get the vietnamese taste yang asam-kecut-segar. Atau campuran: yogurt plain, perasan lemon, garam dan gula, kasih sedikit saus Inggris.

Atau bisa juga bikin mango sauce seperti foto dibawah. Mix mango puree, kusamba salt, pepper, one small spoon of mayo, tad of mustard dijon to bring flavour, splash with extra virgin olive oil.  Supaya gak bingung sih, bisa beli buku resep khusus saus dan dressing. Ada kok di toko buku.

316821_10151176787223658_1001486409_nCara lainnya (kalau kepepet 😀 ), saya suka beli dressing di Food Hall dalam kemasan plastik kecil yang sekali pakai. Jangan nafsu beli sekaligus banyak, berhubung gak pake pengawet, daya tahan dressing Food Hall in hanya maksimal 1-2 minggu di kulkas. Tapi pilihannya banyak, dari mulai mayonnaise , thousand island, sampai italian vinaigrette.

Sometimes I made raw soup. Dengan catatan, kalau lagi gak malas dan gak keburu-buru mau berangkat kerja (banyakan sih malasnya itu. Hihihihi) Resep mudah bisa tanya mbah google. Atau mampir kesini.

Misalnya: alpukat, campur timun, 1 batang seledri, bawang putih, perasan lemon, extra virgin olive oil, garam, gula dan italian herbs to add taste. Banyak resep raw soup pakai cashew nut, nah berhubung gak selalu punya stok, pakai apa? Kemiri! Iya, kemiri yang sudah digongseng tanpa minyak, di blender dengan  bahan lain. Raw soup bukan berarti gak boleh dimasak loh. Boleh aja dipanasin sebentar diatas kompor sambil diaduk, hanya untuk menghangatkan. Karena pemanasan berlebihan akan mematikan enzyme yang jadi alasan kenapa kita mengkonsumsi raw food,

avocado

Terus terang, yang susah itu konsistennya *peluh*. Saya memang mengusahakan dalam sehari minimal sekali makan si mentah-mentah ini selain sarapan full buah. Namun saya juga masih mengkonsumsi makanan yang diproses. Moderate aja. Meski udah gak nyetok smoked beef atau sosis, tapi alau kebeneran makan diluar dan lagi kepingin sandwich smoked beef, ya makan juga. Toh sesekali, I have my cheating times. *tabokblender* . Terutama saat harus berangkat keluar kota. Nah, dapet salam dari off konsumsi si mentah-mentah *toyor*

So I must say, it takes commitment. To be healthy is a choice. And I sometimes break my own commitment, even for a daily intake of bowl of raw. *grin*

Not a good example, I know. #nyeburkejurang

404388_10150563825403658_472736282_n

A Fast-Good News

images

And yes, the universe do conspire to make my dream come true, slowly… Sankalpa

Will spill detail soon. Sekarang mau joget india dulu…. Masih gak percaya, we have a deal this fast… Let me take care the paperwork first, and I will share the stories soon…

It will be exciting-hectic days ahead, for sure…

A Songket Affair

shirame

A kutubaru-style tops with handmade embelishment and Songket skirts. from Bajubaru By Reni. Love it to bits! Handbag by Gendhis , a big fan of these natural handmade bag since years ago. And yes,  semua adalah local product. 100% Indonesia!

If you wanna have different style of traditional fabric with individual design, go to Bajubaru by Reni (phone 08561033562, contact person : Ummi).  Sengaja foto ini diposting, karena selalu suka dengan hasil karyanya.

She will gives you several option of her beautiful-sketches that you can choose and discuss of how you want your dress or kebaya turned into . She can do magic along with comfortable guaranteed (her workshop is around Bintaro area, by the way).

nan-in4And as for the picture above, my pretty cousin also wore another creation from Bajubaru by Reni with Songket pencil skirt. Lookie, she was carrying Shiva clutch from Nyai !

Pada Suatu Akhir Pekan

DSC_4706

Buat orangtua manapun, anak pastilah yang utama. Rasa bersalah sejak awal tahun ini, kerap menghantui (jiaaah) saya dan si mantan pacar. Bagaimana tidak, persiapan Indonesia Fashion Week serta urusan Nyai lain, cukup menguras waktu dan pikiran di akhir pekan hingga hari H. Otomatis waktu di akhir pekan yang seharusnya kami dedikasikan buat si anak kecil, tersita untuk yang lain. Padahal berulangkali dia mengutarakan keinginan untuk pergi ke Dufan. Sesederhana itu.

DSC_4784Karena itulah, beberapa peluang kami endapkan dulu. Bukan ditolak, hanya menunggu momen yang tepat saja. Cepat atau lambat, akan kami jajagi. Termasuk  salah satunya tawaran ikut Adiwastra akhir bulan lalu yang mampir kepada kami berkat keikutsertaan IFW 2013. Dengan berat hati, kami tidak ikut berpartisipasi, Bukan apa-apa. Kami ingin bernafas dulu. Menikmati akhir pekan sepuas hati bersama si anak kecil. Tanpa terburu waktu. Atau written tasks ini itu yang menghiasi jadwal kami. We just want to enjoy the moment of being together as a family. Be present and feel the love.

Jadilah Sabtu kemarin kami ke Dufan. Tadinya berambisi sekalian menyambangi Ecopark. Namun umur emang gak bisa boong. Sudahlah. Masih ada akhir pekan lainnya menanti untuk kami nikmati.

Sengaja kami berangkat pagi, agar tidak terlalu ramai. Betul saja, Dufan makin ramai itu diatas pukul 3. Si anak kecil senang betul. Sepanjang hari itu matanya berbinar. Selalu minta digandeng, “Ibu sebelah sini, Bapak sebelah sana…”. Begitu katanya.

Ternyata, buah emang jatuh gak kemana-mana *tutupmuka*. Saya sama sepupu DSC_4754terdekat, dari kecil dikenal nekat dan wanian kalau orang Sunda bilang (terbukti kenekatan ini berhasil saat liputan kerusuhan Abepura yang membuat saya dan kameramen sempat ditangkap dan diinterogasi dibawah todongan senjata Brimob yang saat itu sedang tensi tinggi akibat kerusuhan pecah di tanah Papua. Juga terbukti berhasil saat datang ke Aceh untuk liputan tsunami di hari keempat. Juga berhasil kala liputan bencana alam lain, atau saat peringatan RMS di Ambon lengkap dengan hadiah bom yang meledak. Hohohohoh 😀 ). Kalau ke Dufan, sejak kecil kami dipastikan menjajal permainan yang memacu adrenalin hingga berkali-kali. Makin ‘ngeri’, makin kami semangat.

Ehh, begitu juga Shira, Dia bosan naik komidi putar. Ke Istana Boneja juga “gak seru ah bu”, begitu dia bilang. Maunya? Naik roller coaster kecil (Alap-alap) hingga berkali-kali. Gak pake jerit, malah ketawa-ketawa senang. Naik wahana lain juga dia berani antre dan naik sendirian, gak ditemani ibu-bapaknya. Kita cuma mengawasi dari jauh aja. Malah tadinya dia merengek ingin naik Niagara-gara dan Halilintar. Sayang tingginya belum cukup.

Akhir pekan ini ditutup dengan menonton Temple of Fire. Sumpah ini pertunjukan keren. Tema-nya mungkin terinspirasi Indiana Jones. Didukung audio dan tata panggung yang keren, Temple of FIre ini diwarnai kejutan seru. Api yang menyembur, air yang mendadak menyiram penonton jadi kejutan oke, dialog yang lucu, aksi yang seru, panggung yang oke. Recommended!

DSC_4699DSC_4731

Sesudahnya kita mampir ke Samudera Suki di pantai Carnaval yang selalu jadi favorit setiap kesini. Menikmati suasana sore di pinggir pantai sambil makan tentunya. So yes. We did have a great time. Makes me wanna sing Barney’s song: I love you. You love me. We are happy family. With a great big hug and a kiss from me to you. Won’t you say you love, me too…. *berpelukaaan*

PS: I wore my Janani bag from Nyai. It’s perfect for your weekend and casual days. *wink*

DSC_4758

DSC_4740DSC_4728