Pada Suatu Akhir Pekan

DSC_4706

Buat orangtua manapun, anak pastilah yang utama. Rasa bersalah sejak awal tahun ini, kerap menghantui (jiaaah) saya dan si mantan pacar. Bagaimana tidak, persiapan Indonesia Fashion Week serta urusan Nyai lain, cukup menguras waktu dan pikiran di akhir pekan hingga hari H. Otomatis waktu di akhir pekan yang seharusnya kami dedikasikan buat si anak kecil, tersita untuk yang lain. Padahal berulangkali dia mengutarakan keinginan untuk pergi ke Dufan. Sesederhana itu.

DSC_4784Karena itulah, beberapa peluang kami endapkan dulu. Bukan ditolak, hanya menunggu momen yang tepat saja. Cepat atau lambat, akan kami jajagi. Termasuk  salah satunya tawaran ikut Adiwastra akhir bulan lalu yang mampir kepada kami berkat keikutsertaan IFW 2013. Dengan berat hati, kami tidak ikut berpartisipasi, Bukan apa-apa. Kami ingin bernafas dulu. Menikmati akhir pekan sepuas hati bersama si anak kecil. Tanpa terburu waktu. Atau written tasks ini itu yang menghiasi jadwal kami. We just want to enjoy the moment of being together as a family. Be present and feel the love.

Jadilah Sabtu kemarin kami ke Dufan. Tadinya berambisi sekalian menyambangi Ecopark. Namun umur emang gak bisa boong. Sudahlah. Masih ada akhir pekan lainnya menanti untuk kami nikmati.

Sengaja kami berangkat pagi, agar tidak terlalu ramai. Betul saja, Dufan makin ramai itu diatas pukul 3. Si anak kecil senang betul. Sepanjang hari itu matanya berbinar. Selalu minta digandeng, “Ibu sebelah sini, Bapak sebelah sana…”. Begitu katanya.

Ternyata, buah emang jatuh gak kemana-mana *tutupmuka*. Saya sama sepupu DSC_4754terdekat, dari kecil dikenal nekat dan wanian kalau orang Sunda bilang (terbukti kenekatan ini berhasil saat liputan kerusuhan Abepura yang membuat saya dan kameramen sempat ditangkap dan diinterogasi dibawah todongan senjata Brimob yang saat itu sedang tensi tinggi akibat kerusuhan pecah di tanah Papua. Juga terbukti berhasil saat datang ke Aceh untuk liputan tsunami di hari keempat. Juga berhasil kala liputan bencana alam lain, atau saat peringatan RMS di Ambon lengkap dengan hadiah bom yang meledak. Hohohohoh 😀 ). Kalau ke Dufan, sejak kecil kami dipastikan menjajal permainan yang memacu adrenalin hingga berkali-kali. Makin ‘ngeri’, makin kami semangat.

Ehh, begitu juga Shira, Dia bosan naik komidi putar. Ke Istana Boneja juga “gak seru ah bu”, begitu dia bilang. Maunya? Naik roller coaster kecil (Alap-alap) hingga berkali-kali. Gak pake jerit, malah ketawa-ketawa senang. Naik wahana lain juga dia berani antre dan naik sendirian, gak ditemani ibu-bapaknya. Kita cuma mengawasi dari jauh aja. Malah tadinya dia merengek ingin naik Niagara-gara dan Halilintar. Sayang tingginya belum cukup.

Akhir pekan ini ditutup dengan menonton Temple of Fire. Sumpah ini pertunjukan keren. Tema-nya mungkin terinspirasi Indiana Jones. Didukung audio dan tata panggung yang keren, Temple of FIre ini diwarnai kejutan seru. Api yang menyembur, air yang mendadak menyiram penonton jadi kejutan oke, dialog yang lucu, aksi yang seru, panggung yang oke. Recommended!

DSC_4699DSC_4731

Sesudahnya kita mampir ke Samudera Suki di pantai Carnaval yang selalu jadi favorit setiap kesini. Menikmati suasana sore di pinggir pantai sambil makan tentunya. So yes. We did have a great time. Makes me wanna sing Barney’s song: I love you. You love me. We are happy family. With a great big hug and a kiss from me to you. Won’t you say you love, me too…. *berpelukaaan*

PS: I wore my Janani bag from Nyai. It’s perfect for your weekend and casual days. *wink*

DSC_4758

DSC_4740DSC_4728

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s