Fiksi Hari Ini

Saat semua terasa salah. Dan keyakinanmu nyaris runtuh. Saat kau pertanyakan apakah salah tanpa pretensi pada siapa saja untuk menjalankan sesuatu yang bukan perkara abu-abu. Saat kau pertanyakan kewarasanmu ditengah dunia sesak penuh agenda. Saat kau merasa teracuni oleh keraguan atas motif dan pikiran orang lain. Saat kamu mulai tidak menyukai bagian dirimu yang kau rasa sebagai batu kerikil.

Saat itulah kau tahu, kau hanya perlu pulang kerumah. Mendapati senyum manis si gadis cilik. Menikmati secangkir teh hangat yang disiapkan dirinya, serta sentuhan di bahu seraya berkata:

” Kamu bisa. This too, shall pass”

Saat itulah kau tahu, bahwa duniamu baik-baik saja.

Tentang Makan Mentah, Clean Eating dan Kebersamaan

Pekan lalu saya diwawancara oleh Net TV untuk program features mereka soal Raw Food. Ya bukan diwawancara dalam kapasitas sebagai ahli atau apa, karena saya bukan ahlinya sama sekali. Tapi wawancara adalah seputar pengalaman konsumsi rawfood yang sudah dijalani sejak 2011.

20140209_125815

Sejak 2 tahun lalu (saat makan mentah belum seheboh sekarang), saya mulai disiplin memakan makanan mentah. Meski gak full vegetarian, atau mengharamkan makanan yang diproses. Tapi sejak 2 tahun lalu pula (karena sempat sakit-sakitan) , saya disiplin memakan lebih banyak sayur dan buah mentah dengan tetap mengkonsumsi makanan yang diproses, namun meminimalisasi betul makanan yang diawetkan atau dikalengkan. Prinsipnya: balance and be picky.

20140216_075327

20131231_071259

Belakangan saya ketahui, cara makan seperti ini dikenal dengan prinsip clean eating. Tentunya tanpa mengesampingkan keharusan konsumsi makan buah dan sayur yang sebisa mungkin mentah.  Prinsip dasar clean eating adalah sebagai berikut (source disini) :

1. Choose whole, natural foods and seek to eliminate or minimize processed foods.
2. Choose unrefined over refined foods.

3. Include some protein, carbohydrate and fat at every meal.

4. Watch out for fat, salt, and sugar.

5. Eat five to six small meals throughout the day.

6. Don’t drink your calories.
7. Get moving.

CYMERA_20140216_075802

Jadi sekarang dirumah sudah gak ada lagi garam meja, diganti garam laut alias sea salt. Minyak sawit diganti minyak kelapa  untuk deep frying. No more margarine. Gunakan plant seeds butter. Cut out cow milk, diganti raw almond milk atau susu kedelai. Sayuran pun sebisa mungkin organik. Mulai berkenalan dengan non-refined oil selain extra virgin olive oil, seperti flaxseed oil ataupun almond oil untuk menambah citarasa salad dressing. Meminimalisasi gula putih yang sudah melalui proses refinasi Tapi gak ngoyo. Prinsipnya nikmati saja dan atur makananmu sebisa mungkin tanpa mengharamkan sama sekali saat kondisi tidak memungkinkan. Perlahan, sekarang nasi putih juga sudah dikombinasi selang-seling dengan nasi merah, atau kadang si nasi putih dicampur beras coklat. Yang satu ini baru-baru saja dilakukan karena si anak kecil awalnya menolak mentah-mentah nasi berwarna.

20140208_153504

Kadang ada cheating days. Mari saatnya makan sebangsa bratwurst atau french fries saat makan diluar. Atau kue-kue enak. Tapi prinsip dasar clean eating sebisa mungkin rutin diberlakukan. Si anak kecil sekarang sudah terbiasa menenggak green smoothies. Si mantan pacar dan ibu yang kerap ada di rumah, juga sudah mulai terbiasa mengkonsumsi si mentah.

20140216_161556

Yang pasti, clean eating membuat saya lebih rajin bereksperimen di dapur. Yang sebelumnya hampir gak pernah baking, kini mulai rajin baking di dapur dengan bahan-bahan lebih sehat, seperti tepung gluten free , mengganti refined sugar dengan stevia atau gula palem untuk membuat kue. Carrot cake gluten free, banana bread, lemon bundt cake, whole wheat pancake, bring it on! Terus terang, dulu rasanya saya ini musuhan sama yang namanya baking. Tapi sekarang pelan-pelan saya menikmatinya. Bahkan jadi sarana quality time juga dengan si anak kecil, karena dia suka sekali ikut membantu di dapur. Eksprerimen dengan membuat aneka saus dan dip juga perlahan dilakukan. Si mantan pacar kini fasih membuat saus salsa, pesto sauce, guacamole, juga sushi. Kita juga sempat bereksperimen membuat raw ice cream dengan bahan matcha powder, raw cacao dan alpukat. Kita juga mengeksplorasi pangan lokal, seperti tepung ubi ungu, tepung mocaf yang berbahan dasar singkong, atau rempah-rempah seperti kunyit, kencur, jahe, serai, pandan, dan lain sebagainya untuk membuat aneka minuman.

20131117_095658

Jadi ternyata, keinginan untuk sehat juga menumbuhkan kesenangan lain. Yaitu quality time di rumah. Si mantan pacar yang dasarnya memang senang memasak, menemukan keasyikan sendiri. Kadang kami bertiga sibuk di dapur, mencoba masakan baru atau sekadar membuat smoothies dan salad. Semua ikut senang karena menikmati hasil masakan yang dibuat dengan penuh rasa meski kami adalah koki kelas rumahan.  Si anak kecil juga perlahan menikmati momen kebersamaan di dapur. Dengan semangat ia membantu mengukur, mencuci sayuran, mengocok adonan, atau membuat smoothies. Bahagia gak perlu mahal atau aneh-aneh. Bahkan dengan aktivitas yang gak istimewa, menjadi terasa istimewa dengan hasil akhir hidangan yang bisa kami nikmati bersama.

20140131_075239

Mari buat sendiri makananmu (dan sesekali makan diluar. Hihihihi #tabokblender)

20140201_09455320140217_121333

2014, Bring It On!

2014 has brought surprises at every corner.

Dari mulai keharusan working trip nyaris seminggu sekali untuk urusan maling-maling bambu endebra-endebre. Belum lagi persiapan Indonesia Fashion Week.  Urusan segunung terkait pembenahan manajemen di kota X menyebabkan rencana teacher training yoga di tahun ini juga sepertinya harus ditangguhkan. Masih ada tahun depan, begitu hibur diri saya. Saat peak pekerjaan sedang tinggi dan urusan pameran yang berkejaran, ndiladah si anak kecil sakit pekan lalu dan harus dirawat nyaris satu minggu. Mau gak mau, selama beberapa hari saya full di rumah sakit. Anak tetap nomor satu tentunya. 

Lalu bagaimana dengan urusan pekerjaan?

Untungnya, aktivitas dan pekerjaan sekarang ini memungkinkan fleksibel masalah waktu. Walhasil untuk mencicil pekerjaan yang sedang lucu-lucunya, laptop-modem-printer/scanner pun diboyong ke Omni Hospital tempat si anak kecil dirawat. Bahkan wawancara pun sempat dilakukan di Omni. Yang jelas pekan lalu, isi otak ini rasanya meluber seperti ember yang terlalu banyak diisi air. Yoga mat pun diboyong ke rumah sakit. Bukan apa-apa, I need to restore my self more often at time like that. Beberapa appointment terpaksa reschedule saat si anak kecil sakit. Bahkan janji wawancara soal Nyai dengan salah satu radio juga terpaksa dibatalkan.

Hari ini, membaca status sosial media beberapa kawan-kawan UKM. Rata-rata sibuk mempersiapkan diri untuk gelaran Indonesia Fashion Week. Sementara saya? Masih terdampar mission trip sejak kemarin hingga 2 hari ke depan. Persiapan bukan tidak dilakukan. Tentu saja ada perencanaan yang telah disusun jauh–jauh hari termasuk delegasi tugas untuk gelaran fashion terbesar yang selama ini pernah Nyai ikuti. Namun seketika itu juga saya dilanda panic attack. Kok saya malah (bisa) sekoboy ini disaat orang lain sedang sibuk-sibuknya? Err, ya sudahlah. Kita berusaha saja terus yang terbaik agar semua lancar. Yang penting so far, masih sesuai dengan timeline dan perencanaan. (untuk satu ini saya memang control freak. Sampai dibuat tabel waktu sejak jauh-jauh hari supaya gak keteteran) .

Meski demikian, ini bukanlah keluhan. Saya merasa bersyukur bisa melakukan beragam aktivitas yang saya suka. I do fall in love with all. Jadi ini terasa bukan sebagai beban. Justru merasa hidup menjadi lebih berwarna, meski segudang masalah akan selalu menghampiri untuk diselesaikan.

So yes, 2014. Bring it on! When I’m ready, life’s ready.