For The Love of Cooking Because of Love

20141026195601

20141027080613

20141027081412

Dulu, saya gak bisa masak. Sama sekali.  Meski saya senang makan. Eating, for me is leisure activity.I enjoyed and loved watching cookery shows – but but I didn’t cook . Mengupas buah pun dulu sering ditertawakan Ibu, karena katanya kulitnya ketebelan, pegang pisaunya kaku bukan kepalang. Dan lain sebagainya.

Tapi kemudian, alasan klise pun terjadi. Ketika menikah, malu sama suami yang jago masak. Dulu bahkan mengulek sambel pun saya diajari si mantan pacar ini. Awalnya terpaksa, dulu gak punya pembantu. Beli-beli buku resep. Coba coba. Gagal sana sini. The rest is history.

20141027081230

20141027081828

20141027081704

Slowly, I found joy in cooking. Dari yang awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan perut semata saat si mbak squad libur, hingga akhirnya memasak jadi kegiatan yang rutin dilakukan setiap akhir pekan karena membahagiakan, menghangatkan hati, memberi suntikan energi, sekaligus menularkan rasa cinta lewat sepiring hidangan yang dibuat dengan segenap hati.

20141029070348

There’s indescribable feeling finding out how much I love seeing baby girl and him finishing their plate. That images of their smile drives me to do more. To learn and gives more. For the sake of love, I want to give my best for people I love. And i think putting yummy dishes into the table, is priceless. 

So yes, I cook for love. Because of the thing called love, I want to gives the best version of me into a form of scrumptious dishes. Because I cook with love.

20141026144450

20141027080908

20141026195741

Advertisements

Essential Oil Comes With Responsibility

Slide22

So yes, I’m hooked with essential oil. Promote the use of those babies voluntarily on social media. But not specifically refer to certain product even though I’m a member of one brand, so I can get discount every time I purchase those babies.

Sejak perkenalan pertama, I want to learn and dig more. Maksudnya, ditengah gencar promo para seller, sure I have to have my own judgment. Untuk bisa memutuskan yang terbaik, pastinya saya harus mendapatkan informasi yang sahib. Bukan dari penjual semata yang pasti akan mempromosikan produk mereka habis-habisan. Dari mana? Yang bisa menjelaskan secara ilmiah, terutama dari sisi standar keamanan, cara penggunaan, apa yang boleh dan apa yang tidak.

Casual-daily-_preventative_-internal

Ada yang bilang, ini kan dari tanaman. Identik dengan sesuatu yang natural. Tapi logika sederhana, just because something is natural or derived from something natural, doesn’t mean it can’t hurt you. Contohnya arsenic. Itu kan natural substance as it is bitter almond essential oil. But it is also a deadly poison because it is comprised cyanide. Iya, sianida.

Meski demikian, si essential oil ini tetap memiliki healing properties. But I’m afraid that the use of aromatherapy has been blurred by economic demand and capital gain. Promo gencar soal khasiat yang membuat orang membeli tanpa pikir panjang, tanpa mencari benar-benar soal pemakaian yang akan termasuk klaim keberhasilan pemakaian, somehow for me is rather scary. People nowadays seek instant process without finding the how, the why.

Saya juga melwati proses trial and error. Ada hal yang dahulu saya lakukan, belakangan setelah saya tahu dan cari informasinya, ternyata hal tersebut tidak boleh dilakukan. Setelah mencari tahu di internet (PS: carilah website yang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya orang tersebut bukan sekedar praktisi, tapi well known-respected person in that area yang tidak terikat produk MANAPUN. Atau carilah website institusi -asosiasi aromaterapi yang bisa dipertanggungjawabkan), saya juga mulai mencicil membeli buku-buku soal aromaterapi hingga memesan ke Amazon. Gak lain dan gak bukan, untuk mencari tahu yang aman dan terbaik untuk saya, teman dan keluarga.

Misalnya, saya jadi tahu bahwa citrus base oil itu photosensitivity, alias pemakai gak boleh terpapar sinar matahari sekian jam setelah pemakaian. Ada juga oil yang gak boleh kena mucous membrane. Lalu ada oil yang harus dihindari wanita hamil, atau mau berusaha hamil. Ada juga minyak yang gak boleh buat mereka yang epilepsi. Belum oil tertentu juga gak aman untuk infants, misalnya. So, karena essential  oil itu sangat beragam jenisnya, belum lagi kalau blend essential oil, kita harus mencermati jenis apa saja yang terkandung di dalamnya dan apakah single oil yang menjadi campuran tersebut aman untuk kondisi tubuh kita. Walau bagaimana, kondisi tubuh setiap orang yang berbeda. Jadi gak bisa pukul rata. So yes, I slowly took precaution and be so very careful of promoting the essential oil. 

Neveraddessentialoilstowater

Bayangkan saja, 1 drop essential oil sama dengan 75 cup teh herbal. That’s why it is very potent. Kebayang  gak kalau kita oleskan itu setiap hari tampa carrier oil, atau konsumsi langsung setiap hari?

Ini saya ambil dari buku Robert Tisserand:

“When you ingest essential oils everyday over a sustained period of time, phytochemicals accumulate in the liver and inundate your system. This sends your liver and kidneys into overdrive to process all of the built up chemicals, not to mention that the stagnant phytochemicals turn toxic as they await processing. This form of poisoning is called chronic toxicity. “A relatively small quantity of a toxic essential oil, if applied daily for several months, could cause…tissue damage in the liver and kidneys” 

Atau peringatan dari The Alliance of International Aromatherapists berikut ini soal internal use of essential oil (ingest) bisa menjadi bahan pertimbangan:

“AIA does not endorse internal therapeutic use (oral, vaginal or rectal) of essential oils unless recommended by a health care practitioner trained at an appropriate clinical level. An appropriate level of training must include chemistry, anatomy, diagnostics, physiology, formulation guidelines and safety issues regarding each specific internal route (oral, vaginal or rectal). Please refer to the AIA Safety Guidelines for essential oil use”

As for me,  essential oils should be utilized with care and respect. When we used it safely, I believe aromatherapy can improve our quality of life. But on the contrary, it could be danger if we don’t have enough information regarding that matters.  Click here.

maxdiluHEADERimg1

Salah satu general safety yang saya copy paste dari website NAHA (National Association of Holistic Aromatheraphy)  adalah ini. Semoga bermanfaat:

1. Keep all essential oils out of reach of children and pets.
2. Do not use or recommend the use of photosensitizing essential oils prior to going into a sun tanning booth or the sun. Recommend that the client stay out of the sun or sun tanning booth for at least twenty-four hours after treatment if photosensitizing essential oils were applied to the skin.
3. Avoid prolonged use of the same essential oils.
4. Avoid the use of essential oils you know nothing about on your clients. Research and get to know the oil prior to using it on others.
5. Avoid the use of undiluted essential oils on the skin.
6. If you suspect your client may be sensitive to specific essential oils or if your client has known allergies or sensitivities, it may be wise to perform a skin patch test.
7. Know the safety data on each essential oil and place into context of use and knowledge.
8. Use caution when treating a female client who suspects she is pregnant or has been trying to become pregnant.
9. Keep essential oils away from the eyes.
10. Essential oils are highly flammable substances and should be kept away from direct contact with flames, such as candles, fire, matches, cigarettes, and gas cookers.17
11. Make sure your treatment room has good ventilation.
12. Do not use essential oils internally unless trained to do so.

Do-you-know-maximum-dilution-guidelines-for-the

Safety Measures

1. If essential oil droplets accidentally get into the eye (or eyes) a cotton cloth or similar should be imbued with a fatty oil, such as olive or sesame, and carefully swiped over the closed lid.18 And / Or, Immediately flush the eyes with cool water.

2. If an essential oil causes dermal irritation, apply a small amount of vegetable oil or cream to the area affected and discontinue use of essential oil or product that has caused dermal irritation.

3. If a child appears to have drunk several spoonfuls of essential oil, contact the nearest poison control unit (often listed in the front of a telephone directory). Keep the bottle for identification and encourage the child to drink whole or 2% milk. Do not try to induce vomiting.

EononofulllistIMG

Untuk safety page NAHA bisa klik disini . Atau klik sini untuk baca-baca soal essential oil dari certified aromatherapist.

Jadi gimana cara terbaik dan aman (serta bijak) menggunakan essential oil?

Yang pasti jangan mengkonsumsi langsung kecuali atas saran certified aromatherapist atau herbalist. Main aman aja lebih baik. Essential oil juga sebaiknya jangan digunakan langsung pada mereka yang sakit keras, manula, bayi, atau mereka dengan masalah liver dan ginal. Cara paling baik adalah dengan mengoleskan (topical application) dengan mencampurnya dengan carrier/vegetable oil dengan perbandingan 2 tetes untuk sekitar 1 tbsp. Untuk anak-anak cukup 1 tetes untuk sekitar 1 tbsp. Cara aman laiinya adalah inhalasi langsung dari botol atau diffuse menggunakan alat uap dingin.

GRAS

Salah satu website yang bisa jadi referensi soal keamanan essential oil bisa klik kesini.

Apakah jadinya kita gak harus menggunakan essential oil? Tentu saja enggak. Kalau digunakan secara benar, bijak dan sesuai porsi, tentu ada berjuta manfaatnya. Tapi sekali lagi, jadilah konsumen bijak. Sama kaya iklan, kita juga toh gak boleh termakan iklan begitu saja? BUkan begitu bukan? Common sense, common sense. That’s the key.Terutama kalau kita mau menyembuhkan diri kita sendiri, atau orang lain. Please, please….do your own research carefully. Includes the information that comes from me. Yes I have like bottles of those babies, but slowly I took careful consideration and still learning from different sources to know what’s best for me and family.

Mari sebarkan informasi bahwa essential oil memang menawarkan benefit bagi tubuh kita, for wellness. Tapi rasanya jadi kewajiban moral kita juga untuk menyebarkan informasi bahwa essential oil juga harus diperlakukan dengan caution dan respect. I hopes my writing resonates those who read. Namaste.

Tabik.

*All photos are taken from http://www.learningabouteos.com*

Tentang Perkara Dukun

So, it’s been a joyous 6 months with essential oil. Not talking’ about the aromatic oil yang mungkin  mengklaim sebagai essential oil, karena pure essential oil jelas berbeda dengan aromatic oil. Meski kadang ada juga yang mengklaim sebagai pure essential oil, padahal itu adalah aromatic oil yang sudah bercampur dengan bahan kimia.

Jadi untuk yang mulai berkenalan dengan essential oil, sebaiknya pelajari betul-betul apakah memang minyak atsiri tersebut adalah pure dan bukan aromatic oil.  Gak melulu harus produk yang impor. Karenaaaa….produk impor pun sebagian material mereka ada yang merupakan tanaman asli Indonesia. 😀 . Lalu klaim theurapeutic grade? Well, semua pure essential oil apapun mereknya pasti akan punya efek menyembuhkan jika digunakan secara benar. Produk apa yang harus digunakan? I’m not going to suggest any. It depends on you. Therefore, do your own research is must!

Yang pasti, sejak perkenalan pertama I‘m hooked. Mulai deh browsing kesana kemari soal pemakaian essential oil, precaution, the dos and the donts.  Mulai juga beli buku-buku soal essential oil. Persis dukun jadi-jadian. :D. Saat sering posting di social media, satu-satu teman ada yang menanyakan, ikut jadi dukun, dan ketagihan juga. Hihihih.

Dari hasil baca sana sini, ternyata ingest atau mengkonsumsi si minyak atsiri itu tidak disarankan. So please ignore what I had written on previous posting here.  Memang ada pendapat berbeda soal boleh- tidak bolehnya mengkonsumsi langsung  si essential oil. Termasuk topical application ke kulit tanpa mencampurnya dengan carrier oil. Tapiiii, kalau saya sih ambil langkah aman saja. Yang masih menjadi perdebatan dan kontroversi, sebaiknya saya hindari untuk dilakukan. Knowledge and precaution are a MUST!

20140929_114854

Kenapa? Terapi dengan minyak atsiri sudah dilakukan dalam prinsip Ayurveda yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. Dan berdasarkan basic principles Ayurveda, tidaklah disarankan untuk mengkonsumsi langsung minyak atsiri. Termasuk mengoleskan langsung tanpa mencampurnya dengan carrier oil. Silahkan googling kenapa itu gak disarankan. Banyak kok bahan bacaan di internet. Salah satunya disini. One of the reason is here . Lalu soal kenapa essential oil harus selalu dilute bisa dibaca disini. 

dontusetoomuch

Logika sederhana yang ‘kena’ buat saya, essential oil itu berasal dari ekstrak tumbuhan yang highly concentrated. Dibutuhkan hingga berkilo bagian tanaman untuk menghasilkan sekian mili min yak atsiri, contohnya. This is why the oil is very potent.  This very potency is what makes it both dangerous and therapeutically efficient. When we use pure elements as medicine they increase radically their corresponding element in the body (like increases like). Unfortunately, pure substances are hard to dose and control.  Inilah kenapa penggunaan essential oil jangka panjang jika tidak berhati-hati bisa merusak sistem metabolisme tubuh ketimbang menyembuhkan. Please read carefully here.

Itu juga kenapa menurut si Ayurveda treatment (yang sudah ada ribuan tahun lalu) , mengkonsumsi langsung bisa merusak metabolisme tubuh. Meski memang ada beberapa minyak yang konon boleh dioleskan langsung seperti Lavender, atau Tea Tree misalnya. Imagine, one drop  of your essential oil is, on average, 100 times more potent than the herbal counterpart because it is a highly concentrated substances.

Ini adalah chart yang akan untuk melakukan dilution. Hope it might help!

dilutionchart

Jadi tulisan ini bukan buat menakut-nakuti. Sama kaya obat, toh memang bisa menyembuhkan. Tetapi pemakaian yang sembrono, justru bisa berbalik merugikan. Saya masih setia menggunakan essential oil hingga detik ini. Tapi adalah juga kewajiban kita sendiri sebagai konsumen, untuk mencari tahu yang terbaik untuk diri kita, keluarga dan teman kita tercinta. So be wise, be aware and be a smart consumer.

Tulisan yang satu ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan.

20140829_061851

Tapi saya tetap menjadi pecinta essential oil yang suka saya sebut sebagai #perkaradukun saat posting kisah ataupun foto berkaitan dengan si minyak atsiri ini di sosial media. Saat saya menggunakan dengan metode inhalasi, I diffuse everyday to balance my chakras. So it depends. Tapi bagaimana dengan topical application? I use it when I need it. Kalau badan sedang fit, ya untuk apa juga pakai produk yang misalnya menyembuhkan demam atau masalah perut setiap hari kan? Itu aja logika sederhana yang saya terapkan untuk diri sendiri dan keluarga.

But now I always dilute my oil with percentage of 15ml carrier oil  (ini sekitar 1 sendok makan) and maximum of 2 drop essential oil. Ketika mau di apply untuk anak, saya hanya gunakan 1 drop saja. Untuk oil lain yang saya gak yakin akan untuk anak-anak karena panas misalnya, saya mengambil jalan diffuse  essential oil dalam alat khusus bernama diffuser (bisa ditemukan di Ace Hardware untuk harga bersahabat) sehingga kita mencium aromanya dengan leluasa. Atau saya teteskan pada bantal, atau kursi. Untuk mandi, saya gunakan sekitar 3 tetes saja dalam air mandi, khusus yang akan saya gunakan saja. Saya juga punya USB diffuser, jadi di mobil atau saat kerja, cukup saya colok si USB Diffuser dan manjakan si indra penciuman. Kenali juga minyak atsiri yang menyebabkan photosensitization, alias gak boleh terpapar matahahari langsung 24 jam setelah topical application.

Saya masih gunakan minyak atsiri untuk mengusir semut ketimbang menggunakan bay**n. Mencampur citronella oil, sea salt dan air mineral, campur dalam bottle spray..and voila, you have DIY bug spray. Bersihkan noda di dapur atau kulkas? Mari gunakan minyak atsiri lemon, campur sedikit air dalam bottle spray. Ampuh! Face spray? Campur lah si peppermint dengan air mineral dan masukkan dalam bottle spray. Cukup 1 tetes saja. Ketika yoga dan meditasi, saya juga masih setia menggunakan essential oil dalam diffuser, atau meneteskannya pada sehelai tissu dan meletakkan dekat yoga mat.

I’m not trying to be smart ass. Setiap orang pasti punya pendapat berbeda sesuai dengan pemahaman yang ia dapatkan.  Tulisan ini hanya sharing apa yang saya tahu. Semua akan kembali ke[ada individu masing-masing. Do your own research and make a decision of what’s best for you or your loved ones.

But bear in mind that using essential oil comes with responsibility. We all need to know how to use the safely, take it seriously, use it correctly with caution. I’m still learning, thus I search all the necessity information. PS: Robert Tisserand is one of the respected person in aromatherapy industry with scientific approach. He’s not linked to any essential oil product. So go dig all you need to know from him (Waiting for his books to arrive from Amazon, tho’)

Let’s oiling and be a happy oiler. Shall we?