Tentang Perkara Dukun

So, it’s been a joyous 6 months with essential oil. Not talking’ about the aromatic oil yang mungkin  mengklaim sebagai essential oil, karena pure essential oil jelas berbeda dengan aromatic oil. Meski kadang ada juga yang mengklaim sebagai pure essential oil, padahal itu adalah aromatic oil yang sudah bercampur dengan bahan kimia.

Jadi untuk yang mulai berkenalan dengan essential oil, sebaiknya pelajari betul-betul apakah memang minyak atsiri tersebut adalah pure dan bukan aromatic oil.  Gak melulu harus produk yang impor. Karenaaaa….produk impor pun sebagian material mereka ada yang merupakan tanaman asli Indonesia. 😀 . Lalu klaim theurapeutic grade? Well, semua pure essential oil apapun mereknya pasti akan punya efek menyembuhkan jika digunakan secara benar. Produk apa yang harus digunakan? I’m not going to suggest any. It depends on you. Therefore, do your own research is must!

Yang pasti, sejak perkenalan pertama I‘m hooked. Mulai deh browsing kesana kemari soal pemakaian essential oil, precaution, the dos and the donts.  Mulai juga beli buku-buku soal essential oil. Persis dukun jadi-jadian. :D. Saat sering posting di social media, satu-satu teman ada yang menanyakan, ikut jadi dukun, dan ketagihan juga. Hihihih.

Dari hasil baca sana sini, ternyata ingest atau mengkonsumsi si minyak atsiri itu tidak disarankan. So please ignore what I had written on previous posting here.  Memang ada pendapat berbeda soal boleh- tidak bolehnya mengkonsumsi langsung  si essential oil. Termasuk topical application ke kulit tanpa mencampurnya dengan carrier oil. Tapiiii, kalau saya sih ambil langkah aman saja. Yang masih menjadi perdebatan dan kontroversi, sebaiknya saya hindari untuk dilakukan. Knowledge and precaution are a MUST!

20140929_114854

Kenapa? Terapi dengan minyak atsiri sudah dilakukan dalam prinsip Ayurveda yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. Dan berdasarkan basic principles Ayurveda, tidaklah disarankan untuk mengkonsumsi langsung minyak atsiri. Termasuk mengoleskan langsung tanpa mencampurnya dengan carrier oil. Silahkan googling kenapa itu gak disarankan. Banyak kok bahan bacaan di internet. Salah satunya disini. One of the reason is here . Lalu soal kenapa essential oil harus selalu dilute bisa dibaca disini. 

dontusetoomuch

Logika sederhana yang ‘kena’ buat saya, essential oil itu berasal dari ekstrak tumbuhan yang highly concentrated. Dibutuhkan hingga berkilo bagian tanaman untuk menghasilkan sekian mili min yak atsiri, contohnya. This is why the oil is very potent.  This very potency is what makes it both dangerous and therapeutically efficient. When we use pure elements as medicine they increase radically their corresponding element in the body (like increases like). Unfortunately, pure substances are hard to dose and control.  Inilah kenapa penggunaan essential oil jangka panjang jika tidak berhati-hati bisa merusak sistem metabolisme tubuh ketimbang menyembuhkan. Please read carefully here.

Itu juga kenapa menurut si Ayurveda treatment (yang sudah ada ribuan tahun lalu) , mengkonsumsi langsung bisa merusak metabolisme tubuh. Meski memang ada beberapa minyak yang konon boleh dioleskan langsung seperti Lavender, atau Tea Tree misalnya. Imagine, one drop  of your essential oil is, on average, 100 times more potent than the herbal counterpart because it is a highly concentrated substances.

Ini adalah chart yang akan untuk melakukan dilution. Hope it might help!

dilutionchart

Jadi tulisan ini bukan buat menakut-nakuti. Sama kaya obat, toh memang bisa menyembuhkan. Tetapi pemakaian yang sembrono, justru bisa berbalik merugikan. Saya masih setia menggunakan essential oil hingga detik ini. Tapi adalah juga kewajiban kita sendiri sebagai konsumen, untuk mencari tahu yang terbaik untuk diri kita, keluarga dan teman kita tercinta. So be wise, be aware and be a smart consumer.

Tulisan yang satu ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan.

20140829_061851

Tapi saya tetap menjadi pecinta essential oil yang suka saya sebut sebagai #perkaradukun saat posting kisah ataupun foto berkaitan dengan si minyak atsiri ini di sosial media. Saat saya menggunakan dengan metode inhalasi, I diffuse everyday to balance my chakras. So it depends. Tapi bagaimana dengan topical application? I use it when I need it. Kalau badan sedang fit, ya untuk apa juga pakai produk yang misalnya menyembuhkan demam atau masalah perut setiap hari kan? Itu aja logika sederhana yang saya terapkan untuk diri sendiri dan keluarga.

But now I always dilute my oil with percentage of 15ml carrier oil  (ini sekitar 1 sendok makan) and maximum of 2 drop essential oil. Ketika mau di apply untuk anak, saya hanya gunakan 1 drop saja. Untuk oil lain yang saya gak yakin akan untuk anak-anak karena panas misalnya, saya mengambil jalan diffuse  essential oil dalam alat khusus bernama diffuser (bisa ditemukan di Ace Hardware untuk harga bersahabat) sehingga kita mencium aromanya dengan leluasa. Atau saya teteskan pada bantal, atau kursi. Untuk mandi, saya gunakan sekitar 3 tetes saja dalam air mandi, khusus yang akan saya gunakan saja. Saya juga punya USB diffuser, jadi di mobil atau saat kerja, cukup saya colok si USB Diffuser dan manjakan si indra penciuman. Kenali juga minyak atsiri yang menyebabkan photosensitization, alias gak boleh terpapar matahahari langsung 24 jam setelah topical application.

Saya masih gunakan minyak atsiri untuk mengusir semut ketimbang menggunakan bay**n. Mencampur citronella oil, sea salt dan air mineral, campur dalam bottle spray..and voila, you have DIY bug spray. Bersihkan noda di dapur atau kulkas? Mari gunakan minyak atsiri lemon, campur sedikit air dalam bottle spray. Ampuh! Face spray? Campur lah si peppermint dengan air mineral dan masukkan dalam bottle spray. Cukup 1 tetes saja. Ketika yoga dan meditasi, saya juga masih setia menggunakan essential oil dalam diffuser, atau meneteskannya pada sehelai tissu dan meletakkan dekat yoga mat.

I’m not trying to be smart ass. Setiap orang pasti punya pendapat berbeda sesuai dengan pemahaman yang ia dapatkan.  Tulisan ini hanya sharing apa yang saya tahu. Semua akan kembali ke[ada individu masing-masing. Do your own research and make a decision of what’s best for you or your loved ones.

But bear in mind that using essential oil comes with responsibility. We all need to know how to use the safely, take it seriously, use it correctly with caution. I’m still learning, thus I search all the necessity information. PS: Robert Tisserand is one of the respected person in aromatherapy industry with scientific approach. He’s not linked to any essential oil product. So go dig all you need to know from him (Waiting for his books to arrive from Amazon, tho’)

Let’s oiling and be a happy oiler. Shall we?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s