Tentang Kita Bertiga

Liburan. Tentu bukan kali pertama untuk kami. Tapi kali ini menjadi istimewa, karena berlangsung saat si mantan pacar sudah bekerja di luar kota. Menjadi saat yang amat ditunggu, karena akan berjumpa, berlibur, bertiga  lagi untuk berbagi cerita. DSC_4322 Bersulang untuk berbagai kenangan yang akan tersimpan di hati. Semoga bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk si gadis cilik.  Dari mulai saat kami menanti di balik pintu kaca bandara Changi, ada rasa membuncah saat melihat sosok tinggi yang kami berdua kenal melambaikan tangan. Si gadis cilik berlari sepenuh hati, menyambut Bapaknya, cinta pertamanya. Lalu kami menghabiskan hari di pinggiran sungai, menelusuri gang cantik, menyesap teh dan kue coklat pekat. Senja pun berlanjut dengan berjalan bergandengan. Lagi-lagi bertiga. DSC_4369 DSC_4611 DSC_4413 Kali ini ada kisah soal menelusuri jalanan kota, kembali bergandengan tangan. Menikmati suasana, menyesap atmosfer yang berbeda. Ada kisah yang diceritakan dibalik sejuta pertanyaan si gadis cilik. Tentang sejarah. Tentang perbedaan. Tentang budaya. Tentang kebiasaan. Tentang penjelasan sederhana untuk menghargai yang berbeda, karena kita semua menatap langit yang sama. Lalu ada senja dihabiskan di kedai kopi tradisional Nanyang Old Coffee, menikmati sepiring Swee Kueh lezat, serta melongok museum mini tentang kopi. Lalu berjalan perlahan. Menikmati waktu bertiga. Lagi. DSC_4546 DSC_4519 Lalu ada memori tentang taman permainan. Menyebrang menuju belahan negara lain. Miniatur negara-negara Asia di Miniland. Keringat, lelah dan tawa. Berlari, berpelukan, mengabadikan kenangan. Menjerit dan tertawa di taman permainan lainnya. Satu hari penuh. Express card USS demi memotong antrean dan menghemat waktu yang berjalan terasa terlalu cepat. Menikmati gelato pistachio sambil menengadah melihat semburat lembayung perlahan berganti gelap. DSC_4848

Museum-museum kota yang menyuguhkan seni, patung, kisah masa lalu dan jejak budaya peranakan. Musical performance. Merasakan aroma berbeda. Hotel di area kota kuno nan cantik. Naumi Liora. Porselen biru Cina dan sumpit kayu apik. Tentang toko buku dan berburu buku hingga koper bertambah berat berkat buku baru. Menuju kuil-kuil kuno. Bangun pagi untuk mengabadikan dan menyaksikan ritual tahunan umat Budha. Menyaksikan pemutaran film pendek  untuk anak-anak di Imaginarium.  Mampir ke toko teh dan membawa sekantung Pu Erh dan Oolong. Toko Tintin. Macaroon berwarna dari Laduree.

DSC_4669DSC_4704DSC_4830DSC_4818 DSC_4807DSC_4776

Lalu semua, adalah tentang mata yang senantiasa mengawasi Ibu dan Shira. Di balik lensa, atau di dunia nyata. Mata yang senantiasa awas, menjaga dan meneduhkan. Dengan tangan yang selalu memberi rumah untuk pulang. Jauh mau pun dekat. Diantara kita bertiga, ada lelaki yang selalu menjaga. Kemarin, kini, dan juga nanti.

DSC_4922DSC_4936 Ini adalah kisah. Tentang kita bertiga.

It’s about the experience, enjoying the moments and food for your soul. That’s what matters