Kenapa Boleh?

DSC_4307Wanita    : “Kenapa kau membiarkan aku bekerja dan tak pernah melarang aku melakukan apapun yang kusuka?”.

Pria         : “Karena untukku, wanita perlu punya knowledge yang setara dengan pasangannya, sehingga komunikasi akan berjalan dengan setara pula. Dengan kamu punya banyak hal yang harus dilakukan, kamu akan evolve dan growing sebagai seorang manusia. Manusia harus berpikir untuk bisa berkembang. Karunia Tuhan padamu, harus kau manfaatkan untuk hidup sebaik mungkin. Living life to the fullest”.

Wanita    : “Kenapa kamu jarang sekali melarangku? Tidakkah aneh kau membiarkan aku bebas menentukan langkahku dan apa yang kumau?”.

Pria        :  “Aku ingin memerdekakanmu sebagai seorang perempuan, supaya kamu menjadi versi terbaik dirimu, sehingga bisa menjadi contoh baik untuk anakmu. Aku tak takut kamu melesat dengan caramu sendiri. Toh, aku akan tetap memberikan tangan untuk melangkah bersama, tapi juga akan melepas saat kau perlukan. Kepercayaan yang kuberikan adalah dengan membebaskan sekaligus mengingatkan. Tapi aku tau, kamu paham batasanmu. Toh kamu pasti punya mimpi sendiri, untuk menjadi diri sendiri. Menjadi dirimu sebagai manusia seutuhnya. Bukan hanya identitas kamu istri seseorang. Kamu punya hak untuk itu.  Meski dalam mimpi-mimpi hidupku, kamu telah dan akan senantiasa menjadi bagian mimpi-mimpi itu.

Lalu si wanita bertanya: “Kamu ingin aku bahagia?”

Pria      : “Tentu. Menjadi bahagia karena kamu menjalani hidup dengan sepenuh hati”.

Karena cinta tak perlu kata berbunga. Lelaki berhati hebat,  meski dia adalah lelaki biasa. Yang tidak perlu segala teori feminisme , namun menyadari dan mendukung sepenuh hati bahwa perempuan memang sewajarnya berdaya dan berkarya. Demi kebahagiaan diri. Dan si wanita, tentunya akan selalu mendoakan keselamatan si lelaki, termasuk kebahagiaan lahir dan batin si lelaki.

Advertisements