Jalan Bersahaja #WeekendTanpaMall

 

Sebetulnya mencanangkan project pribadi yang sering di share melalui social media lewat tagar ‪#‎weekendtanpamall‬ itu , awalnya lebih untuk membiasakan Shira bereksplorasi. Find the unusual thing in the usual place.

Menemukan hal unik dan menarik yang bukan melulu harus ke mall, atau keluar kota, misalnya. Meski tentu saja, mall ataupun bepergian ke luar Jakarta juga sah kami lakukan. Hanya saja, tidak mau juga mati gaya harus melulu mengajak anak ke mall jika libur akhir pekan telah tiba. Hal ini sudah pernah sedikit diulas lewat tulisan disini.

DSC_7693

Belajar menemukan hal sederhana di sekeliling kita melalui gerakan pribadi #weekendtanpamall nyatanya memberikan kesenangan tersendiri. Bukan cuma buat si anak kecil, tapi buat kami sebagai orangtuanya. Mencari, mengeksplorasi, menemukan hal yang menarik, namun sebenarnya ada di sekeliling kita. Ada rasa membuncah, saat berhasil menemukan satu tempat yang unik lewat kacamata kami, dan ikut tak sabar untuk berkelana ke sana.

Bukan tentang kemana.
Bereksplorasi menelusuri museum, sudut kota tua, mengecat keramik, berpetualang sengaja naik KRL hingga Bogor, menikmati senja seraya membaca buku di taman, mampir hutan bakau kota, toko buku cantik bukan di mall, menikmati sepiring kue lezat di kedai teh, berenang yang rutin kami lakukan di akhir pekan, kelas memasak dan masih banyak lagi.

DSC_7862

Kelenteng tua dan pabrik kecap usia seabad di Tangerang, pemutaran film pendek, pameran komunitas,  berburu tanaman. Atau sekedar mencari kedai kopi unik dan cantik di sekitar kawasan rumah, yang bukan St*****ks atau semacam itu. Senang rasanya ketika mampir tempat semacam Lot 9, Kopi Manyar, Pigeon Hole, Turning Point, Daily Press, dan masih ada lagi daftar yang ingin kami singgahi.

Atau cukup membuat kue, membiarkan dia membaca resep dan menakar bahan. Setelah sebelumnya saya biarkan dia menekuni resep, mencatat bahan, dan membelinya ke toko bahan kue. Atau saat ulang tahun dia minggu lalu, selain kami sekeluarga merayakan makan ke luar seperti biasa, saya menasbihkan #nasitumpengproject .

20160117_103721

Ya, membuat nasi tumpeng sendiri untuk syukuran sederhana bersama teman-teman Shira di kompleks. Kolaborasi keluarga kami dengan Teteh, yang sudah nyaris 2 tahun bekerja dan menjadi bagian keluarga kami. Lelah tentu, memasak untuk sekitar 20 orang. Tapi kami menganggap ini sebagai hal seru yang kami lakukan, dan tantangan. Apa yang Shira lakukan? Membantu memetiki tauge, membentuk perkedel, mencuci sayuran, hingga merebusnya. Ia juga dengan senang ikut menata makanan yang sudah kami siapkan di atas tampah. I can see the look of attainment in her eyes.

DSC_7671

Ada banyak cara.

Mungkin tidak selalu sesuai ekspektasi. Bukan tentang yang indah saja. Seperti satu loyang kue yang kami buat berakhir di tong sampah. Tapi beberapa hari kemudian kami buat lagi dan berhasil. Tentang bagaimana mencoba, mencari , dan mencoba, dan mencari lagi. Saya katakan padanya “setidaknya kita sudah mencoba dan mencari tahu. Jika tidak, bagaimana kita akan tahu?”.

20160117_091538

Hidup memang tidak selalu selaras rencana dan harapan juga indah di indra penglihatan, bukan? Tapi toh moment membuat kue itu yang melekat di hati. Bukankah makna perjalanan adalah perjalanan itu sendiri? Toh pembelajaran akan hadir dalam perjalanan itu sendiri. Bukan tentang tujuan perjalanan.

 

IMG-20151011-WA0042

Seperti saat menelusuri jalan menuju kawasan Pecinan lama dari kota Tua. Ada sampah menumpuk di pinggiran kali. Bau tentu saja. Atau saat dia melihat tunawisma berjejeran tidur di emperan. Ada pertanyaan, tentu saja. ‘Kenapa begitu, Bu?’.
Tapi biarkan Shira tau. Karena hidup tidak melulu pelangi. Ada hal yang mungkin tidak lazim di pandangannya. Tapi biarkan dia tau bahwa hidup tidak melulu satu warna. Nasib manusia juga tidak serupa. Saya berkata “Tidak semua orang beruntung bisa tidur di kasur. Syukuri hidupmu”.
Ketika kami ke negeri tetangga, kami ajak dia menelusuri museum, mampir ke Kelenteng tua dan tempat ibadah tertua etnis India, juga ke pusat budaya peranakan. Supaya dia tahu, ada budaya dan ritual berbeda meski kita menatap langit sama. Dia juga belajar jeli lewat aroma saat mencium bau kari tajam di pasar setempat. ‘Kok gak kaya pasar dekat rumah’, cetusnya. Kami juga ajak dia melihat pemutaran film pendek di salah satu museum. Meski sah juga kami mampir ke taman-taman permainan, pusat perbelanjaan di negara-negara yang kami singgahi.

IMG-20151220-WA0015

Saat keluar kota, agenda kami selain museum adalah pasar. Disitulah ada bukti budaya berbeda lewat bahasa setempat, kebiasaan, hingga kuliner. Belajar perbedaan dengan cara sederhana, bukan?. Saat kami singgah ke Madura, dia berkata “kok becaknya beda”. Kejelian lewat kacamata anak-anak. Seperti ada desa adat di Bali yang disinggahi usai menghabiskan hari di klub pantai yang dijejali manusia. Melihat potret Bali yang sebenarnya, tidak melulu lewat gemebyar Seminyak yang sesak. Meski hal semacam itu juga senang kami lakukan dengan suka cita.

IMG-20150314-WA0022
Karena kota tidak melulu gedung berpendar cahaya. Yang terkungkung dan terkurung tembok buatan.
Ada interaksi, kehidupan, geliat manusia, dinamika kota atau desa, yang jauh lebih menarik untuk dilihat lebih dekat. Yang sebenar-benarnya. Apa adanya. Sebagaimana hidup telanjang.

Mari melangkahkan kaki, bereksplorasi, membuka mata dan hati untuk menemukan hal sederhana yang ada di sekitar kita.

Itulah esensi #weekendtanpamall kami.

Advertisements

2 thoughts on “Jalan Bersahaja #WeekendTanpaMall

  1. Inka, mulai awal tahun ini ei juga mau bikin weekend tanpa mall untuk 3K. Sebenarnya selama ini juga tidak selalu ke mall tiap weekend sih, tapi postingan2 Inka menginspirasi banget untuk mulai merancang weekend tanpa mall dengan lebih “berisi”
    Ei contek yaaa weekend tanpa mall nya.
    Tetap menginspirasi ya dear … :-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s