Big Family Trip

So, keluarga besar dari pihak Ibuku berencana berwisata akhir tahun ke Tasikmalaya.

Kenapa Tasikmalaya? Karena disana ada makam leluhur Sukapura. Disanalah kakek-nenek, dan buyut dari pihak keluarga Ibu dimakamkan. Makam Sukapura yang terletak di pinggiran kota Tasikmalaya ini adalah makam kuno, tempat para Bupati  Sukapura dan keturunannya dimakamkan.

Sudah bertahun-tahun Ibu tidak nyekar kesana, begitupun adik-adik Ibu. Saat lebaran, salah satu Oom kami membuat grup WA keluarga besar , perbincangan di grup WA mencetuskan ide nyekar bersama ke makam keluarga itu sekaligus berlibur akhir tahun.

Urutan awal leluhur keluarga besar Ibu adalah Raden Ngabehi Wirawangsa, yang bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha I, dipanggil Dalem Pasir Beganjing, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1641 – 1674).  Leluhur kami ini di masa hidupnya menjadi kepala daerah Sukapura beribukota di Sukakerta. Kemudian ia resmi diangkat  menjadi bupati Sukapura dengan gelar Wiradadaha I, yang menjadi cikal bakal dinasti Wiradadaha di Sukapura  alias Tasikmalaya.
Raden Tumenggung Wiradadaha diberi gelar oleh Sultan Agung (Mataram), yaitu Raden Ngabehi Wirawangsa,  sekaligus menjadi bupati Sukapura pertama, karena ia berjasa menumpas pemberontakan Dipati Ukur  di tahun 1632 silam. Begitulah. Jadi kalau Bapak adalah keturunan Bupati dan pendiri kota Bandung baheula, dimana kakek-nenek dan buyut dari keluarga Bapak dimakamkan di makam kuno Karanganyar-Bandung, keluarga Ibu ternyata berasal dari trah para Bupati Sukapura yang kini bernama Tasikmalaya. Baru tahu saya.

Yang seru, keluarga besar ini akan berangkat beramai-ramai dengan kereta. Tadinya tercetus akan menggunakan mobil masing-masing. Tapi selain malas menghadapi kemacetan menjelang libur Natal, rasanya lebih seru jika  kami berangkat beramai-ramai di satu gerbong.

Sampai di Tasikmalaya, diputuskan kita akan menyewa bis kecil yang sanggup menampung kami semua berjalan-jalan dan berwisata.  Panitia kecil ala-ala pun dibentuk. Ada Oom yang jadi ketua panitia, ada pula yang bertanggungjawab untuk konsumsi, transportasi, akomodasi dan semacam itu.

Aku? Didapuk jadi bendaraha *glegh* . Menghitung budget, melakukan penagihan dan melakukan pembayaran.

Memang panitia perlu dibentuk, mengingat yang berangkat ada sekitar 45 orang dengan total kamar 17. Kebayang kan sebanyak itu harus diurus makannya, keberangkatannya dan akomodasinya. Tanpa panitia dan pembagian tugas, kelar sudah urusan menjadi pusing tujuh keliling 😀

It would be an exciting experience. Karena aku belum pernah bepergian dengan keluarga sebanyak itu. Yay! Kemana menjadi tidak penting rasanya. Yang penting beramai-ramai. Anak, suami, orangtua, adik, ipar, keponakan, sepupu, oom dan tante, mari kita tamasya.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s