Tentang Makan Mentah, Clean Eating dan Kebersamaan

Pekan lalu saya diwawancara oleh Net TV untuk program features mereka soal Raw Food. Ya bukan diwawancara dalam kapasitas sebagai ahli atau apa, karena saya bukan ahlinya sama sekali. Tapi wawancara adalah seputar pengalaman konsumsi rawfood yang sudah dijalani sejak 2011.

20140209_125815

Sejak 2 tahun lalu (saat makan mentah belum seheboh sekarang), saya mulai disiplin memakan makanan mentah. Meski gak full vegetarian, atau mengharamkan makanan yang diproses. Tapi sejak 2 tahun lalu pula (karena sempat sakit-sakitan) , saya disiplin memakan lebih banyak sayur dan buah mentah dengan tetap mengkonsumsi makanan yang diproses, namun meminimalisasi betul makanan yang diawetkan atau dikalengkan. Prinsipnya: balance and be picky.

20140216_075327

20131231_071259

Belakangan saya ketahui, cara makan seperti ini dikenal dengan prinsip clean eating. Tentunya tanpa mengesampingkan keharusan konsumsi makan buah dan sayur yang sebisa mungkin mentah.  Prinsip dasar clean eating adalah sebagai berikut (source disini) :

1. Choose whole, natural foods and seek to eliminate or minimize processed foods.
2. Choose unrefined over refined foods.

3. Include some protein, carbohydrate and fat at every meal.

4. Watch out for fat, salt, and sugar.

5. Eat five to six small meals throughout the day.

6. Don’t drink your calories.
7. Get moving.

CYMERA_20140216_075802

Jadi sekarang dirumah sudah gak ada lagi garam meja, diganti garam laut alias sea salt. Minyak sawit diganti minyak kelapa  untuk deep frying. No more margarine. Gunakan plant seeds butter. Cut out cow milk, diganti raw almond milk atau susu kedelai. Sayuran pun sebisa mungkin organik. Mulai berkenalan dengan non-refined oil selain extra virgin olive oil, seperti flaxseed oil ataupun almond oil untuk menambah citarasa salad dressing. Meminimalisasi gula putih yang sudah melalui proses refinasi Tapi gak ngoyo. Prinsipnya nikmati saja dan atur makananmu sebisa mungkin tanpa mengharamkan sama sekali saat kondisi tidak memungkinkan. Perlahan, sekarang nasi putih juga sudah dikombinasi selang-seling dengan nasi merah, atau kadang si nasi putih dicampur beras coklat. Yang satu ini baru-baru saja dilakukan karena si anak kecil awalnya menolak mentah-mentah nasi berwarna.

20140208_153504

Kadang ada cheating days. Mari saatnya makan sebangsa bratwurst atau french fries saat makan diluar. Atau kue-kue enak. Tapi prinsip dasar clean eating sebisa mungkin rutin diberlakukan. Si anak kecil sekarang sudah terbiasa menenggak green smoothies. Si mantan pacar dan ibu yang kerap ada di rumah, juga sudah mulai terbiasa mengkonsumsi si mentah.

20140216_161556

Yang pasti, clean eating membuat saya lebih rajin bereksperimen di dapur. Yang sebelumnya hampir gak pernah baking, kini mulai rajin baking di dapur dengan bahan-bahan lebih sehat, seperti tepung gluten free , mengganti refined sugar dengan stevia atau gula palem untuk membuat kue. Carrot cake gluten free, banana bread, lemon bundt cake, whole wheat pancake, bring it on! Terus terang, dulu rasanya saya ini musuhan sama yang namanya baking. Tapi sekarang pelan-pelan saya menikmatinya. Bahkan jadi sarana quality time juga dengan si anak kecil, karena dia suka sekali ikut membantu di dapur. Eksprerimen dengan membuat aneka saus dan dip juga perlahan dilakukan. Si mantan pacar kini fasih membuat saus salsa, pesto sauce, guacamole, juga sushi. Kita juga sempat bereksperimen membuat raw ice cream dengan bahan matcha powder, raw cacao dan alpukat. Kita juga mengeksplorasi pangan lokal, seperti tepung ubi ungu, tepung mocaf yang berbahan dasar singkong, atau rempah-rempah seperti kunyit, kencur, jahe, serai, pandan, dan lain sebagainya untuk membuat aneka minuman.

20131117_095658

Jadi ternyata, keinginan untuk sehat juga menumbuhkan kesenangan lain. Yaitu quality time di rumah. Si mantan pacar yang dasarnya memang senang memasak, menemukan keasyikan sendiri. Kadang kami bertiga sibuk di dapur, mencoba masakan baru atau sekadar membuat smoothies dan salad. Semua ikut senang karena menikmati hasil masakan yang dibuat dengan penuh rasa meski kami adalah koki kelas rumahan.  Si anak kecil juga perlahan menikmati momen kebersamaan di dapur. Dengan semangat ia membantu mengukur, mencuci sayuran, mengocok adonan, atau membuat smoothies. Bahagia gak perlu mahal atau aneh-aneh. Bahkan dengan aktivitas yang gak istimewa, menjadi terasa istimewa dengan hasil akhir hidangan yang bisa kami nikmati bersama.

20140131_075239

Mari buat sendiri makananmu (dan sesekali makan diluar. Hihihihi #tabokblender)

20140201_09455320140217_121333