The Way Wings Should, A Poem by Rumi

DSC_4375

What will
our children do in the morning?
Will they wake with their hearts wanting to play,
the way wings
should?

Will they have dreamed the needed flights and gathered
the strength from the planets that all men and women need to balance
the wonderful charms of
the earth

so that her power and beauty does not make us forget our own?

DSC_4409

I know all about the ways of the heart – how it wants to be alive.

Love so needs to love
that it will endure almost anything, even abuse,
just to flicker for a moment. But the sky’s mouth is kind,
its song will never hurt you, for I
sing those words.

What will our children do in the morning
if they do not see us
fly?

DSC_4762

Advertisements

Perkara Menyederhanakan Hidup

DSC_0017

Hidup rumit? Enggak juga.

Kita sendiri yang cenderung membuat hidup menjadi rumit dengan ekspektasi, tolak ukur, harapan, kecemasan, ketakutan yang kita buat sendiri di dalam benak. Saya pun mengalaminya. Terbelenggu oleh yang sudah lewat, mencemaskan masa depan, hingga lupa akan masa kini. Abai akan apa yang ada di depan mata, sekeliling kita. Takut akan apa kata orang, apa yang dipikirkan dan tidak dipikirkan orang lain. Manusiawi pastinya. Asal jangan keterusan.

Tapi kita dikasih kekuatan untuk memilih. Semudah itu. Sesederhana memilih dan memilah pikiran kita.   Carpe Diem-mengenggam hari ini.

Setelah kilas balik, menyesap kehidupan dan jalan hidup, sesungguhnya ada begitu banyak berkat yang diberikan. Semua sederhana ketika kita kembali menyadari makna yang (sesungguhnya) membuat kita bahagia.

Menyederhanakan hidup terasa membuat langkah sangat enteng. Saat terdiam, menyesap hidup dan merasakannya, ternyata menyederhanakan hiduo membuat saya lebih eling saat memilah. Mana yang penting, mana yang berguna, mana yang tidak berguna. Dan itu tidak bergantung soal dimana kamu berada serta seperti apa kehidupan kita. Karena bagaimanapun rintangan dan hambatan akan selalu ada. Dimanapun dan kapan pun.

Tapi toh kita punya kekuatan untuk membuat pilihan tentang bagaimana cara terbaik menjalani kehidupan kita. So yes, I’ve learned. Through the hardest times. How can we appreciate joy if we don’t know how it feels to be sad? How can we appreciate sunshine if we don’t know how to walk under the rain? How can we value life if we don’t know how to grief or facing problems?

Ternyata ada banyak hal sederhana yang (sesungguhnya) membahagiakan. Membuat hidup lebih berwarna. Membuat saya perlahan sadar, perhaps I was wasting valuable times for counting problems instead of counting blessings. Tentu semua proses. Proses untuk memilih dan menyederhanakan hidup dan diri sendiri.

I’m gonna write it down, as part of my gratitude project. Here it is.

Keluarga. Pelukan hangat si gadis cilik sepulang kantor. Genggaman tangan si mantan pacar saat berjalan bersama. Semburat lembayung di saat senja di balik jendela kaca lantai 7. Menyesap teh hangat di sore hari. Tertawa. Teman-teman dan keberadaan mereka.  Rekan kerja yang menambah daftar siapa yang kau kenal. Sapaan pagi melalui telepon dari si mantan pacar di seberang pulau sana. Menemani si gadis cilik berlatih piano. Museum. Jalan pagi di taman kota.  Mendengar kicau burung untuk memulai hari. Senyuman Ibu dan Bapak dan tatapan bangga mereka. Rehat sejenak dengan diam dan mendengarkan semesta di pagi hari. Bernafas.

Yoga, karena menjadi sarana berkomunikasi dengan tubuh dan diri sendiri, sekaligus menyadari keberadaan diri. Meditasi, karena di balik hiruk pikuk pikiran dan pasang surut kehidupan, ada ketenangan tak berbatas, yakni di diri kita sendiri dan bukan orang lain. Memasak, karena menjadi wadah kreativitas sederhana untuk menghasilkan karya di meja bagi keluarga tercinta. Bekerja, karena menjadi nafas kehidupan sekaligus memberi energi besar untuk terus belajar, berkembang dan bergerak. Nyai, si bayi yang berawal dari hobi namun luar biasa memberi keseimbangan dalam hidup melalui gerbang bertemu begitu banyak kenalan baru.

DSC_2284

Membaca, karena menjadi jendela dunia. Berkelana, untuk memulai persinggungan singkat dengan orang yang tanpa sengaja kita temui sekaligus melihat kehidupan berbeda di luar sana.  Menerima perubahan. Memiliki tujuan. Meyakini keyakinan. Ketakjuban. Melangkah ke depan. Menemukan passion. Menyemangati diri. Menemukan jati diri. Menyadari makna bahagia yang tidak perlu dicari di luar sana.

Jadi, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Bon Anniversaire, You…

4529_84627148657_731544_n

We’ve hit several rough spots.

An argument. A disagreement over a matter of little importance. A bad mood.  A misunderstanding.  Financial pressure. Bad habit. A lack of romance of him. Mine, being too grumpy.  A white lies.  Forgot huge appointment. We get angry. And so on and so forth. Name your list and it will never stop because I’m sure we all can go on and on with our list.

Marriage is not always about happiness. Healthy marriage struggle. It involves tears as well as laughs. It brings you sunshine as well as cloudy skies. But I appreciate marriage more after arguments. After our fight. After our disagreement.  I love him even more after the few times feeling of slicing him into pieces. 😀

It’s complicated and doesn’t always feel good. It’s like riding roller coaster. Sometimes it feels like merry-go round. But there are times when it feels scary with turns and twist. Sometimes it’s kiddy rides with lots’ fun and laughter. Marriage is hard and messy but it is beautiful and redeeming

But  despite all the work and the stress and the pressure, the payoff is tremendous. And the feeling is wonderful. Knowing that I have found someone to love and trust.  To know that I have someone to stay together through thick and thin, ups and down, sickness and health. To share life’s unpredictable challenge and triumph together for the rest of our live.

Marriage is hard. Yes. it is sometimes frustrating. But for me, it’s better than any fairy tale. Marriage is not easy. But it can be done. It’s worth it!

THank you, You…

For beautiful yesterdays, today and I’m sure beautiful tomorrows. Let’s take the ride together, till we grow old and grey.

DSC_4912

Weekend Tanpa Mall

Mencari cara menghabiskan libur akhir pekan, rasanya jadi tantangan tersendiri. Gak mau juga Shira itu taunya dari mall ke mall. Kadang kami suka juga bawa dia ke taman, kebun binatang, Taman Safari, Taman Lalu Lintas saat berlibur ke Bandung,  Dufan dan semacamnya. Namun apa lagi #weekendtanpamall yang seru dan edukatif?

Rumah kami ini terletak di cluster, jadi anak-anak bebas bermain di jalanan, bersepeda, main badminton di taman pojok jalan, main layangan, dan lain sebagainya. Tak jauh juga ada Taman Kota. Cukup sering kami membawa si anak kecil kesana. Kami menerapkan peraturan, Ipad/Tab hanya dimainkan kala akhir pekan saja. Hari biasa? Tidak boleh tentunya. Meski kadang ada pengecualian kala dia berhasil menguasai satu lagu piano baru, misalnya. Itu pun tetap dengan batas waktu. Gak mau aja dia terpaku main game dan sebangsanya. We want her to be outside, feel the air and running around and be playful. Kami biarkan dia bermain dibawah hujan, berlari di rumput tanpa alas kaki, atau menantang mentari dengan bermain layangan.

Sejak 3 bulan terakhir, saya sama si mantan pacar mencanangkan #weekendtanpamall. Maksudnya, agar kami disiplin menyediakan waktu secara berkala dan memikirkan acara seru akhir pekan tanpa melibatkan mall dan sebangsanya. Membuat kami ikut excited seperti halnya si anak kecil, saat kami berencana misalnya tanggal sekian akan pergi ke suatu tempat.

DSC_0449

Kali pertama, kami pergi berpetualang ke kawasan Pasar Lama di Tangerang. Pesta kuliner, mencicipi hidangan khas cina peranakan Tangerang yang banyak tersebar di kawasan pasar lama, lalu mampir melihat kelenteng Boen Tek Bio yang tertua di Tangerang. Agar ia tahu, bahwa wujud kelenteng tempat penganut agama Budha beribadah ya seperti itu.

#weekendtanpa mall lainnya, kami habiskan  di Eco Park di Ancol. Murah meriah pastinya. Hanya membayar biaya masuk Ancol, kita bisa berkeliling taman luas, memberi makan ikan langsung di danau, memberi makan burung yang bebas berkeliaran, atau menyeberang dengan rakit kecil menuju pulau buatan untuk memberi makan rusa, domba, angsa. Sesudahnya kita piknik di taman. Sementara si anak kecil berkeliling naik sepeda, kami tidur-tiduran di alas yang ada di lapangan rumput, saya membaca buku dan si mantan pacar tidur beneran 😀 .

Di akhir pekan, akan ada ‘pasar’ kecil dengan aneka stall menjual makanan dan bahan baku organik di Eco Park, tidak jauh dari dermaga. Seru!

 20130831_093001

20130831_081040

20130831_083643

Lalu kemana lagi? Bulan lalu kami membawa si anak kecil ke Museum Nasional. Disana setiap akhir pekan ada aneka kegiatan untuk mendukung gerakan Weekend di Museum. Kebetulan kami sengaja datang saat ada pentas dongeng Teater Koma (catatan: setiap dua minggu sekali Museum Nasional rutin menggelar dongeng sejarah bersama Teater Koma).

DSC_0395DSC_0372

Tema yang dibawakan berhubungan dengan benda sejarah koleksi museum. Saat kami datang, mereka mendongeng “Raibnya Celengan Majapahit”. Sesudahnya pengunjung bisa melihat langsung celengan tanah liat dari era kerajaan Majapahit. gak usah khawatir bosan mendengar dongeng sejarah. Kita semua larut tertawa dan berinteraksi dengan para pelakon yang seru sekali mendongeng..

DSC_0382

DSC_0413

Saat berkeliling museum, dengan raut muka terkejut sekaligus senang, si anak kecil menunjuk arca-arca kuno seraya membaca keras-keras. “Mahisa….Padma, Shiva, Bu… ini kan nama tas (NYai)!!!”. Lantas saya pun menjelaskan padanya bahwa nama-nama tas Nyai memang diambil dari nama-nama yang lazim terdengar pada jaman kerajaan Majapahit. Disaat belum ada Ipad, mobil, TV, bahkan sepeda. Disaat kereta kuda seperti di buku cerita adalah kendaraan lazim yang digunakan orang sehari-hari. Sepulang dari sana, si anak kecil merengek minta dibelikan buku soal kerajaan Majapahit yang membuat saya pusing tujuh keliling. Buku macam apa yang harus saya cari untuk anak seumur Shira?

Atau saat saya dan Ibu berlibur ke Surabaya akhir September lalu, kami sengaja membawa si anak kecil ke Museum Sampoerna. Lantas kami ikut Surabaya Heritage Track yang berangkat jam tertentu dari Museum Sampoerna, berkeliling mengenakan bus kecil ke kawasan kota tua dan melihat aneka bangunan peninggalan jaman kolonial. Gratis. Tanpa bayar. Sesudahnya kami mampir makan eskrim Zangrandi yang sudah ada di kota pahlawan sejak puluhan tahun lalu. Hati senang dengan cara sederhana.

20130928_145213

20130928_144933

Lalu akan kemana lagi kami menghabiskan akhir pekan dengan #weekendtanpamall? Nah, pekerjaan rumah saya dan si mantan pacar untuk memikirkan hendak kemana. Kami tidak mau si anak kecil  tercerabut dari kehidupan diluar kotak bernama mall, atau kotak bernama Ipad/Tab yang membuat ia tenggelam dalam dunia tanpa warna. Tentunya masih diperlukan ide dan kreativitas dari kami sebagai orangtua, untuk mengajak Shira melihat ‘dunia’ yang penuh warna.

Tabik

Wish Us Luck

And yes, Thank God our first fashion show last week went well despite the  lack of professionalism of the organizer regarding tiny little details (I know, DO NOT compare to previous Indonesia fashion event :D). But overall, I’m happy.

Fashion Show kemarin gak akan berjalan lancar tanpa support outfit dari Qirani , aksesoris cantik dari Batiklicious by Ennobyu (Instagram: @batiklicious),   backstage team: Wati dan Sidiq dari Qirani, Ocha dan Opi yang membantu Nyai. Tanpa mereka, semua gak akan berjalan dengan semestinya. Alhamdulilah. Ohiya, juga support dari Renny, designer Batiklicious yang setia menemani di backstage. I wuf you!

Dan tentunya sponsor  fashion show dari Zakat TV !

969366_315178841947161_1370338076_n

Sekarang kita sedang menyiapkan pameran pertama di negeri orang. Dekat sih, Malaysia. Tapi buat kami yang masih cupu ini, tetep aja deg-degan. Berbagai ‘kalau’ berkecamuk di pikiran. That’s why I’m gonna need my kapalabhati breathing more often (again, yoga pretty much saves me 😛 ). Pameran ini pula-lah yang menyebabkan kami tidak jadi berpartisipasi dalam satu event creative di Kota Kasablanka yang tadinya kami rencanakan untuk kami ikuti. Hiks.

 

IIFF copy

Picture: taken during Travelista Fashion Show from Nyai

Keterbatasan, terutama dari segi SDM adalah penyebabnya. Keterbatasan SDM internal juga yang menyebabkan sekarang saya mulai mencari satu tenaga administrative assistant.  We need extra hand desperately. So, in case you know someone who is willing to work around BSD are, please…please drop your news to: nyaibags@gmail.com.

295622_315178795280499_2098195136_n

Kembali ke urusan pameran, walhasil weekend ini meski sedang gak enak badan, kami mencicil packing barang untuk diboyong pameran. Semoga semua lancar sampai hari H. Sesudah itu, biarkan kami bernafas dulu untuk menyiapkan event berikutnya di bulan Ramadhan. Yes, Nyai will serves you all for two weeks in Plaza Indonesia. Stay tuned for the news, peeps….

Last but not least, wish me luck!

b6ef5d5380d88cee64653c50b098b245Picture: coutrtesy of Berry Benka

Letter For Shira

IMG_6670-1

Arundhati Kayanashira,

Let your self love literature, poetry and all those beautiful things for your mind and soul. Read not just cheesy novel by Sidney Sheldon or Sandra Brown , but introduce yourself to Kundera’s or Neruda’s or other remarkable writings by remarkable writers ( such as Nawal el Sadawi, Khaleed Khosseini or the one I took as your name, Arundhati Roy. Phew, I can go on and on with the list now, baby…).

As a start, you can read Enid Blyton’s, darling. Her writings are simple yet imaginative. Trust me. Then you can read Dahl’s, with his famous Charlie and Chocolate Factory, Matilda or The Witches. Read Pramoedya’s, Sapardi Djoko Damono’s or Sitok Srengenge’s beautiful pieces. Read beautiful works from genius writers,because I believe that’s the key to rich soul. And you shall read the ever well known comics like Tintin, Smurf and the likes, then play with your imagination.  Let it go, let it breath and inspired you to dream.

Smart and genius people are everywhere, they can do excellent math, chemistry or geography. It’s definitely ok being one.But believe me,  being genius alone is not that important. Be a smart one who can appreciate beautiful things for your mind and soul (likes, be an engineer who knows who Orhan Pamuk is 😀 ).

406362_10151063654383658_1159899652_n

Learn to know about good poetry. You don’t have to be madly in love with it. But I wish you know the slightest sides of it. Believe me,books, poem and the likes, somehow… will enriched being you as a human. Not just a person.

Your daddy and I have this dream (and we’re working on it) to let you see the world. Slowly, we want to take you travel seeing the beauty of your lovely country as well as other countries. Love your country and its beauty while it last. Transporting your self to places. See the natures. Breath the air and feel the breeze.  Touch the sand and enjoy the sun. Feel the vibration of the city or even a village every time you travel. Learn history and its mystery. Don’t take travel as luxury, because me and your daddy believes, it is one of the key to introduce you to the other side of life as well as learning more about differences and people. (so down with weekend shopping at Singapore :P).

Learn cultures and people, to appreciate more about differences. This world is already a cruel place caused by racist pigs and narrow minded people with radical ideology, who think they have the ultimate and utmost truth based on their own judgment. So, open your window of life as wide as you can. See the world, see everything outside your box. Be brave to explore the beauty of this life. Don’t just stay at home, do your home work and enough. Sure it’s important, but be a ‘smart-adventurous’ nerd. Make friends as many as you can. Go outside and ride your bike!

599408_10151046137298658_334568808_n

Learn from life as well as other people’s life. See it with your eyes, take the good side of others as your lesson as well. Remember honey…, other people’s life journey is a fairy tale for your lesson of life, too.

We don’t want to splurge you for luxurious things. We don’t want you be one of those materialistic – hedonistic people. Education on our top list for sure. But it’s not enough. We believe books and travels are among other things on our priority that we want to give you

So pumpkin pie, I hope you love life and its beauty. Appreciate the wonderful things in this life. Love your life and life it self. Be who you are. Love your self for being who you are. But most of all, be human!

DSC_3249

*Repost from my Multipy account*

First photo courtesy of: http://www.sadikingani.com