Teman Si Mentah

mappadoSalah satu cara tergampang untuk mengkonsumsi raw food buat saya yang pemula, adalah dengan membuat salad. Ada beberapa teman menanyakan, apa dressing-nya beli yang sudah jadi aja di swalayan dalam kemasan botolan. Kan banyak…. Err, awal-awal sih iya, saat persepsi masih ‘yang penting mentah’. Tapi lama-lama tau bahwa itu malah menghilangkan segala kebaikan si mentah, saya pun stop melakukan itu . Sila google aja deh why the do and the don’t, wong saya bukan ahli. Mau maen jelasin, ntar saya dibilang sok pinter lagi. Atau pencitraan *buahahahah*

(etapi saya tuh bukan expert loh yaaa, dan masih suka bandel juga gak melulu jadi kambing 😀 )

Worry not, we can have easy -peasy salad dressing. Salah satu penyelemat saya adalah: campuran perasan lemon, extra virgin olive oil, Bragg apple cider vinegar, garam dan sejumput gula.  Kadang saya kasih kecap ikan to get the vietnamese taste yang asam-kecut-segar. Atau campuran: yogurt plain, perasan lemon, garam dan gula, kasih sedikit saus Inggris.

Atau bisa juga bikin mango sauce seperti foto dibawah. Mix mango puree, kusamba salt, pepper, one small spoon of mayo, tad of mustard dijon to bring flavour, splash with extra virgin olive oil.  Supaya gak bingung sih, bisa beli buku resep khusus saus dan dressing. Ada kok di toko buku.

316821_10151176787223658_1001486409_nCara lainnya (kalau kepepet 😀 ), saya suka beli dressing di Food Hall dalam kemasan plastik kecil yang sekali pakai. Jangan nafsu beli sekaligus banyak, berhubung gak pake pengawet, daya tahan dressing Food Hall in hanya maksimal 1-2 minggu di kulkas. Tapi pilihannya banyak, dari mulai mayonnaise , thousand island, sampai italian vinaigrette.

Sometimes I made raw soup. Dengan catatan, kalau lagi gak malas dan gak keburu-buru mau berangkat kerja (banyakan sih malasnya itu. Hihihihi) Resep mudah bisa tanya mbah google. Atau mampir kesini.

Misalnya: alpukat, campur timun, 1 batang seledri, bawang putih, perasan lemon, extra virgin olive oil, garam, gula dan italian herbs to add taste. Banyak resep raw soup pakai cashew nut, nah berhubung gak selalu punya stok, pakai apa? Kemiri! Iya, kemiri yang sudah digongseng tanpa minyak, di blender dengan  bahan lain. Raw soup bukan berarti gak boleh dimasak loh. Boleh aja dipanasin sebentar diatas kompor sambil diaduk, hanya untuk menghangatkan. Karena pemanasan berlebihan akan mematikan enzyme yang jadi alasan kenapa kita mengkonsumsi raw food,

avocado

Terus terang, yang susah itu konsistennya *peluh*. Saya memang mengusahakan dalam sehari minimal sekali makan si mentah-mentah ini selain sarapan full buah. Namun saya juga masih mengkonsumsi makanan yang diproses. Moderate aja. Meski udah gak nyetok smoked beef atau sosis, tapi alau kebeneran makan diluar dan lagi kepingin sandwich smoked beef, ya makan juga. Toh sesekali, I have my cheating times. *tabokblender* . Terutama saat harus berangkat keluar kota. Nah, dapet salam dari off konsumsi si mentah-mentah *toyor*

So I must say, it takes commitment. To be healthy is a choice. And I sometimes break my own commitment, even for a daily intake of bowl of raw. *grin*

Not a good example, I know. #nyeburkejurang

404388_10150563825403658_472736282_n

Advertisements

Let’s Go Raw (ck)!

Pertanyaan yang sering diajukan: “apalagi sih yang mau dikurusin?”

Sekali lagi, jangan salah kaprah. Raw food itu bukan untuk diet. Namun akan membantu tubuh mencapai titik keseimbangan dengan asupan nutrisi yang cukup. Raw food juga tidak menghalalkan menghilangkan konsumsi makan malam, misalnya. Justru makan pagi, makan siang dan malam mutlak harus dilakukan. Jangan demi kurus, namun tubuh jadi mudah sakit karena kekurangan nutrisi. Justru buat saya, mengkonsumsi si mentah membantu menyeimbangkan metabolisme dan daya tahan tubuh mengingat saya pengidap auto imun. Berat badan saya perlahan naik karena tubuh dengan mekanisme sempurna-nya, didorong mencapai titik keseimbangan alami. Meski saya masih bandel juga, makan junk food sesekali, atau kue-kue enak (diselepet blender ini mah 😀 . Jangan diikutin ya… I’m still a sucker for dessert). Buat saya, kuncinya: nikmati. Kalau memaksakan, nanti kita malah terbebani. Dan gak akan terasa nikmat lagi menjalaninya.

Gak usah bingung resep-nya. Cari aja buku-buku soal salad atau food combining, atau browsing. Justru gak perlu repot masak kok. Tinggal cuci bersih, potong, atau blender, atau kocok dan aduk untuk mencampur bahan membuat dressing. Bumbunya juga biasanya seputar itu saja, simple. Maklum, masih amatiran betul. Bosen jus itu-itu saja? Atau bingung gimana buat green smoothie yang enak mengingat daun-daunan hijau jadi bahan baku yang tak boleh alpa dimasukkan dalam blender? Tanya-lah mbah google. Banyak link membuat green smoothie yang maknyus.  Ngomong-ngomong, jus sayuran ini ampuh loh menghadang flu. Kalau sudah mulai bersin-bersin, frekuensi jus aneka sayuran biasanya ditambah. Sebaiknya dihidangkan suhu ruang, dan 3 warna. Supaya lebih enak, kucurkan saja air perasan jeruk atau lemon. Kenapa jus sayuran mentah baik? Karena mengandung antioksidan dan cairan kaya tonikum yang segera membantu tubuh membentuk sistem kekebalan alami tanpa obat flu. (ini bukan kata saya, tapi kata mbah Wied Harry…)

Eksperimen juga bermanfaat kok untuk membiasakan indra perasa kita. Paling kalau ternyata gak enak, dibuang tempat sampah karena rasanya gak karuan. heheheheh 😀

Green Juice dan Marquisa-Orange Juice

Kalau badan lagi merasa gak fit, biasanya itu sinyal bahwa keseimbangan tubuh lagi gak baik. Saya hajar dengan perbanyak istirahat, minum air putih diperbanyak, minum campuran lemon-air hangat-madu dengan frekuensi gak cuma pagi. Meski memang campuran lemon di pagi hari itu punya fungsi sebagai tonik liver saat kita belum mengkonsumsi apa-apa. Tapi…, toh lemon itu buah sejuta khasiat yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Tapi, biasanya frekuensi minum jus non gula juga diperbanyak. Seperti 2 minggu lalu saat badan mendadak demam, dan sekeluarga pun terkena flu, saya hajar aja dengan dua jus favorit berikut ini.

MARQUISA-ORANGE JUICE

Why is it good for you?

Markisa ini salah satu sumber vitamin C terbaik, bagus untuk pelindung virus dan bakteri, sumber karetonoid, antioksidan ampuh juga. Saya suka wanginya harum, rasanya enak.  Lebih keren lagi, markisa itu menyehatkan sistem pencernaan dan kestabilan energi tubuh. Campur jeruk yang juga kaya vitamin C, mantap banget buat yang mau flu atau sudah terkena flu.

 

 

 

 

 

GREEN JUICE (MY VERSION)

Why is it good for you?

Dibuat dari campuran bayam, apel dan jeruk. Khasiatnya dashyat. Bayam itu memacu respon imun memerangi infeksi. Lalu apel punya khasiat anti inflamasi, jadi bagus buat yang sakit nelen atau radang tenggorokan dan batuk.  Jeruk? Ya kandungan vitamin C yang tinggi menjadikan jeruk bagus untuk kekebalan tubuh karena membasmi virus dan bakteri.

Senjata Rahasia

Setelah merasakan gak enaknya sakit-sakitan (hipertiroid, mudah flu-demam-batuk, maag pula) nyaris 2 taun belakangan, tekad pun semakin kuat untuk terus menjaga kesehatan. Sehat itu mahal jadinya kalau sudah merasakan gak enaknya sakit dan bolak-balik dokter sampai sekarang untuk maintain hormon tiroid yang demen naik-naik ke puncak gunung. Masa sih dikit-dikit mau obat lagi hanya karena flu atau demam. Apa jadinya timbunan bahan kimia di tubuh saya kan? Cukup hipertiroid aja yang membuat saya harus minum obat setiap hari. Mari cari cara alami untuk menghalau penyakit-penyakit yang lain. Bukan begitu, bukan?

Salah satu senjata saya adalah….. *drumroll*…….

Photo courtesy of: Wolipop.com

Yes. Lemon. Setiap pagi, bangun tidur saya minum air perasan lemon yang dicampur air hangat dan madu.  Gak takut maag? Enggak tuh.  Yang jelas maag saya berangsur hilang. Sudah lebih setengah tahun ini saya bebas flu, sakit menelan dan batuk. Memang sejak tau dashyatnya lemon, setiap mulai sakit menelan, saya hajar aja sama air campuran lemon lebih sering. Ajaib, sakit menelan hilang tanpa obat (hasta lavista FG troches dan kawan-kawan), tanpa diselingi batuk atau flu sesudahnya. *joget*

Rupanya, lemon ini memang buah kecil sejuta khasiat. Terutama untuk kinerja liver.

“A.F. Beddoe, author of Biological Ionization as Applied to Human Nutrition, writes that the liver can make more enzymes out of fresh lemon juice than from any other food.”

Gak cuma itu, lemon juga mencegah konstipasi, mencegah flu dan demam, membantu menjaga kadar bakteri jahat di tubuh sehingga otomatis meningkatkan imunitas tubuh tentunya.Gak usah khawatir maag, karena lemon saat dikonsumsi justru menjadi basa, walhasil akan membantu menghilangkan heartburn, belching dan bloating. Dashyat kan?

Senjata lainnya apa? Ini dia….

Itu dia  si apple cider vinegar. Saya pake Bragg, karena raw dan unfiltered atau non distilled.  Memang harganya
lebih mahal, tapi yang clear-distilled itu gak ada khasiatnya buat kesehatan.Kenapa? According to http://www.pioneerthinking.com adalah begini katanya:

“Look for ACVs that have been cold pressed and made from whole, organically grown apples, with no added chemical preservatives, and in which the ‘mother’ of vinegar liquid has been retained. This ‘mother’ substance, as it is lovingly known, is the gelatinous liqueur that is naturally formed during the final fermentation process.This milky, cloudy, and stringy looking stuff at the bottom of the container is what contains the healthiest part of the mixture. It also lets you know that the important vitamins, minerals, enzymes, and naturally occurring good bacteria have not been compromised due to over processing, filtration, or excessive heating’.


Bau si apple cider vinegar alias ACV ini emang gak enak. Setiap saya buka botol ini, Shira langsung teriak “Ibu, bau apeeek!” :D. Kalau diminum begitu saja juga gak baik buat gigi. Makanya dibuat campurannya, 1 sdm ACV plus air hangat dan madu. Dijamin enak, rasanya mirip-mirip lemonade jadinya, apeknya juga hilang. Bisa diminum during meal as extra digestive power, atau sesudah makan. Kadang sehabis yoga sore, saya buat campurannya dengan es batu sedikit. Seger banget.Atau buat salad dressing dari campuran ACV, bawang putih, minyak wijen, garam dan perasan lemon.

Khasiatnya apa sih si ACV ini? Menghilangkan toksin dan membunuh bakteri jahat. Ujung-ujungnya ya meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi regular akan meningkatkan derajat keasaman tubuh, sehingga kondisi bakteri jahat dan baik akan seimbang. (Begitu kira-kira dalam pemahaman saya sebagai orang awam. Kalau mau lengkap mah cari ke mbah google aja ya :D). Bahkan sebenarnya khasiat ACV ini sudah dikenal sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Saat itu Hippocrates bahkan menjadikan ACV untuk pengobatan.

So, apple-cider-vinegar with ice, or glass of lemon with honey. Anyone?

Apa Yang Mentah Hari Ini?

Above picture: raw the day by the amateur-me

Kesadaran untuk sehat membuat saya mencari informasi sana-sini. Obat, terbukti hanya menghilangkan gejala penyakit saja tanpa membantu banyak dari dalam untuk membuat tubuh memperbaiki diri secara keseluruhan. Bukan bermaksud mengajarkan soal kesehatan, ini hanya berbagi pengalaman. Bahwa you are what you eat itu benar adanya.

Jangan salah sangka, bahwa kemudian saya hanya melulu makan yang sehat, kemudian pantang makan enak. Karena saya pecinta makanan enak dan segala yang enak. Buat saya makanan itu jadi comfort way for my days. Apalagi dessert. Jajanan tradisional, sampai red velvet berlapis cream cheese, rainbow cake nan cantik, macaron, dan lain sebagainya. Saya dan suami gemar berburu makanan enak, bahkan untuk mendapatkan semangkuk ramen lezat Hakkata Ikousha, kita hajar hingga ke Muara Karang sana (lumayan jauh dari rumah soalnya :D)

Hasil baca sana sini, rupanya makanan mentah menjadi salah satu solusi mendapatkan imunitas tubuh. Kalau imunitas kita baik, secara alami tubuh punya defense mechanism terhadap penyakit tanpa tergantung obat. Kenapa? Rupanya para penganut raw food percaya, makanan yang belum melewati proses pemasakan maksimal 40 derajat celcius masih memiliki enzim natural yang diperlukan tubuh. Makanan mentah dipercaya memiliki bakteri ‘baik’ dan mikroorganisme  yang justru diperlukan untuk imunitas tubuh dan digestive system, mengandung antioksidan alami tanpa perlu menggantungkan pada aneka vitamin dan suplemen .

Raw food dan metodologinya diperkenalkan pertama kali oleh Maximillian Bircher Benner si penemu muesli. Setelah sembuh dari jaundice dengan mengkonsumsi buah mentah, Maximillian ini melanjutkan penelitian efek makanan mentah bagi kesehatan manusia. Lengkapnya, disini ya.

Maka berbekal buku-buku Food Combining karya Wied Harry Apriadji dan segabruk buku-buku resep raw food dan kawan-kawannya, saya pun mulai cari informasi dan menguatkan tekad. Tapi perlu dicatat, saya bukan lantas berubah jadi vegetarian atau jadi penganut raw food  yang mengharamkan makanan yang diproses. Enggak sama sekali!  Jadi kuncinya buat saya: keseimbangan. Saya masih makan makanan yang diproses, tapi juga memakan sayuran dan buah mentah. Informasi yang saya dapatkan, saya adaptasi dengan kondisi dan kemampuan saya sendiri. Hanya, dalam sehari saya usahakan minimal sekali minum jus tanpa gula, dan minimal semangkuk sayuran  atau buah mentah, kombinasi kacang-kacangan atau buah yang dikeringkan. Sisanya? Ya masih lah makan biasa, nasi dan lauk-pauk, kue-kue enak . Gak diet, hanya mengatur apa yang saya makan.

Biasanya pagi ketika bangun, saya minum jus lemon dicampur air hangat dan madu. Dilanjut dengan segelas jus buah dan/atau sayur tanpa gula. Lalu makan roti layaknya sarapan biasa, misalnya. Ke kantor bawa tempat bekal, isinya sayuran dan/atau buah. Tapi bukan buat makan siang, ini hanya kudapan antara makan pagi dan siang. Biasanya sore, lanjut dengan jus buah tanpa gula. Malam kalau lagi gak malas buat, lanjut semangkuk mentah-mentah lagi diluar makan malam. Mungkin secara prinsip raw food, ini gak murni. Tapi buat saya, efeknya adalah untuk flush makanan yang diproses yang kita konsumsi. Menyeimbangkan asupan enzim yang kita butuhkan aja pada prinsipnya.

Jangan salah ya. Raw food itu bukan untuk kurus. Dia akan bantu memperbaiki metabolisme tubuh. Yang kelebihan lemak, jadi turun berat badannya. Buat saya yang sempat turun berat badan karena hipertiroid, malah jadi membantu menambah berat badan. Terbukti, berat badan saya justru bertambah tanpa khawatir gelambir lemak. Keajaiban lain? Maag saya hilang. Dulu khawatir lemon malah bikin maag kumat. Ternyata malah sukses menghilangkan muntah pagi hari akibat asam lambung yang naik. Terus, terus…., beberapa orang bilang kulit muka saya sekarang bagus. Padahal obat muka yang saya pakai sama saja sejak bertahun-tahun lalu. (Dulu kok gak ada yang bilang gitu ya? Hehehehe). Tapi beberapa bulan belakangan, banyak yang bilang kulit muka lebih halus. Dan lagi…., komedo-komedo di muka semakin sedikit. Wajah lebih lembab, namun lebih bebas komedo. Yay!

Keajaiban lain. Suatu hari saya merasa, saya akan terkena flu. Sakit tulang, mulai sakit menelan. Biasanya sudah pasti beberapa hari kemudian saya flu Ditambah orang sekeliling banyak terkena flu musim hujan lalu. Akhirnya jatah jus saya tambah jadi 3 kali sehari. Terutama yang mengandung lemon, jeruk, dan tambah sedikit parutan jahe. Yoga juga saya tambah dengan gerakan untuk menyembuhkan flu atau demam. Tidur gak mau telat pakai acara nonton televisi. Walhasil? Flu tidak jadi mampir, gejala mereda dengan sendirinya. Sakit menelan perlahan hilang, tanpa bantuan obat sedikit pun! Wohooo, padahal dulu, decolgen  dan obat hisap selalu setia menemani kalau gejala sudah dirasakan tubuh.

Indra perasa kita sebetulnya memiliki pola. Lama-kelamaan, rasanya biasa saja tuh menyantap kol ungu mentah dengan tambahan dressing. Atau segelas jus bayam campur lemon dan apel. Meski awal-awal saya cuma bisa mengernyit dan menelan dengan susah payah. Otak sudah terprogram rasanya, bahwa jus seledri itu gak enak. Tapi lama kelamaan, rasanya tidak semenakutkan itu kok. Mungkin ini tepat seperti ajaran Yoga Anusara bilang ‘open to grace’. No expectation. Surrender to something bigger that is always there to support you. 

Setiap enggan menelan karena pikiran bilang pasti gak enak, saya cuma bilang dalam hati: “Ini buat kebaikan saya sendiri. Kalau gak mau sakit-sakitan ya telan saja. Mau dong mendampingi Shira saat menikah nanti dalam kondisi segar bugar?”.  Lama-lama, semua terasa biasa saja. Kalau orang melihat dengan heran, iih apa enaknya jus seledri campur apel, saya cuma bilang, ‘coba aja dulu, lama-lama biasa kok’. Dan itu terbukti.

Perjuangan masih panjang. Kedisiplinan masih dibutuhkan tanpa henti. Kadang bingung juga, apa lagi yang harus dimakan? Tapi saya jadi berusaha kreatif, raw food gak melulu salad kok. Rajin browsing, atau baca buku resep biar gak bosan .

Mau sehat, bosan sakit. Itu saja motivasi saya.

So, what’s raw for today?